![]() |
| Pada Sabtu pagi (24/1/2026), SDN Girigondo menjadi salah satu instansi penerima paket bantuan tersebut melalui penyedia CV. Master Media. |
PITURUH – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai pendistribusian perangkat teknologi sebagai bagian dari program bantuan Digitalisasi Pendidikan sejak awal Januari 2026. Salah satu merek yang menjadi sorotan adalah DAC (Dari Anak Cirebon), produk laptop lokal yang kini mulai menjangkau berbagai sekolah, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Langkah ini diambil pemerintah untuk mempercepat adaptasi teknologi di lingkungan sekolah guna mendukung kurikulum berbasis digital.
Pada Sabtu pagi (24/1/2026), SDN Girigondo menjadi salah satu instansi penerima paket bantuan tersebut melalui penyedia CV. Master Media. Syukron Zahidi, perwakilan sekolah, mengonfirmasi bahwa pengiriman berjalan lancar dengan kondisi unit yang baik. “Kami berterima kasih atas bantuan yang sampai. Meskipun merek DAC masih terasa asing bagi kami, kami berharap laptop ini awet dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah,” ujarnya.
Laptop DAC merupakan produk lokal Indonesia yang telah mengantongi sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Perangkat ini dirancang khusus untuk kebutuhan sektor edukasi, mulai dari jenjang TK hingga SMA. Salah satu seri unggulannya, tipe DN50-P, mengusung konsep semi-rugged yang kokoh namun tetap ringan, sehingga aman digunakan dalam mobilitas tinggi di lingkungan sekolah yang dinamis.
Dari sisi performa, unit bantuan tahun 2026 ini dibekali spesifikasi mumpuni untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Laptop DAC dipersenjatai prosesor AMD Ryzen 5 7000 series, RAM 8GB, serta penyimpanan SSD 256GB. Dukungan sistem operasi Windows 11 memastikan perangkat ini kompatibel dengan berbagai aplikasi pendidikan modern, memberikan pengalaman komputasi yang lancar bagi siswa dan guru.
Meski sempat muncul perbincangan di kalangan pendidik mengenai statusnya sebagai produk rebrand yang dirakit di dalam negeri, kualitas rakitan lokal ini tetap diprioritaskan untuk mendukung industri nasional. Fokus utama bagi sekolah penerima saat ini adalah menjaga pola perawatan perangkat agar masa pakainya panjang. Dukungan purna jual dan ketersediaan suku cadang di dalam negeri menjadi nilai tambah bagi keberlanjutan program digitalisasi ini.
Sebagai langkah awal penggunaan, Kemendikdasmen menghimbau setiap sekolah untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap unit yang diterima. Pihak sekolah juga diwajibkan melakukan aktivasi perangkat sesuai panduan resmi agar seluruh fitur keamanan dan lisensi perangkat lunak terintegrasi dengan baik sebelum digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.
Kontributor: Sukron
Editor: TIM PN
