Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Media Lokal Diminta Perkuat Kepercayaan Publik di Era AI dan Serbuan Konten Viral

Jumat, 22 Mei 2026 | 07:13 WIB Last Updated 2026-05-22T00:13:17Z
Media Lokal Diminta Perkuat Kepercayaan Publik di Era AI dan Serbuan Konten Viral

SEMARANG – Perubahan besar dalam lanskap digital menjadi perhatian utama dalam gelaran Jateng Media Summit 2026 yang berlangsung di Hotel Khas Semarang, Kamis (21/5/2026). Ratusan pengelola media lokal dari berbagai daerah di Jawa Tengah berkumpul untuk membahas arah baru industri media di tengah derasnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), algoritma digital, hingga maraknya buzzer di ruang siber.

Mengangkat tema “Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah”, forum ini menyoroti tantangan serius yang kini dihadapi media daerah, terutama menurunnya pola konsumsi berita konvensional akibat hadirnya teknologi AI generatif.

Chief Content Officer KapanLagi Youniverse (KLY), Wenselaus Manggut, menjelaskan bahwa mesin pencari kini tidak lagi sekadar menampilkan daftar tautan berita, melainkan sudah berubah menjadi sistem berbasis AI yang langsung memberikan jawaban kepada pengguna.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap trafik media yang selama ini menjadi tumpuan model bisnis perusahaan pers digital.

“Media harus mulai memikirkan cara baru untuk mempertahankan relevansi. Kalau hanya mengandalkan klik, tantangannya akan semakin berat,” ujarnya.

Di tengah perubahan itu, ia menilai media lokal justru memiliki peluang besar apabila kembali menempatkan kepentingan publik sebagai fondasi utama pemberitaan. Kepercayaan publik, kata dia, menjadi modal penting yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Ia mendorong media untuk menghadirkan karya jurnalistik yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus dikemas dengan pendekatan kreatif melalui video pendek, visual storytelling, maupun infografis interaktif agar lebih mudah menjangkau audiens digital.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, menilai perkembangan algoritma media sosial turut memengaruhi kualitas informasi yang diterima masyarakat. Konten yang kontroversial dan sensasional kerap lebih mudah viral dibanding informasi yang edukatif.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya membangun budaya literasi digital dan kebiasaan “saring sebelum sharing” agar ruang digital tetap sehat dan bertanggung jawab.

“Ekosistem informasi harus dijaga bersama supaya masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan,” katanya.

Sorotan lain datang dari Dosen FISIP Universitas Diponegoro, Bangkit Wiryawan, yang menilai keberadaan buzzer dan propaganda digital semakin mengikis kualitas ruang publik di media sosial. Ia menekankan pentingnya penguatan literasi digital, termasuk di kalangan pengelola media, agar media lokal tidak kalah oleh arus opini yang sengaja dibentuk kelompok tertentu.

Menurutnya, media harus tetap menjadi ruang informasi yang independen dan terpercaya di tengah derasnya perang narasi digital.

Jateng Media Summit 2026 mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, DPRD Provinsi Jawa Tengah, Lembaga Penjamin Simpanan, Bank Negara Indonesia, Bank Indonesia, Telkom Indonesia, Semen Gresik, PT Bhimasena Power Indonesia, PT Sukun, Bank Jateng, serta sejumlah mitra lainnya.
×
Berita Terbaru Update