Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Menu MBG SMPN 2 Purworejo Diduga Terkontaminasi, Dapur SPPG Direkomendasikan Ditutup Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 | 15:30 WIB Last Updated 2026-05-10T08:30:00Z

Menu MBG SMPN 2 Purworejo Diduga Terkontaminasi, Dapur SPPG Direkomendasikan Ditutup Sementara
PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten Purworejo merespons serius temuan benda asing yang diduga menyerupai hewan kecil mirip lintah dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 2 Purworejo. Pemkab pun merekomendasikan agar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan tersebut dihentikan sementara operasionalnya guna dilakukan evaluasi menyeluruh.


Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, mengatakan rekomendasi tersebut telah disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pihak yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan program MBG dan operasional SPPG.


Menurutnya, langkah itu diambil sebagai bentuk tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait kualitas makanan yang diterima siswa dalam program MBG.


“Pemerintah daerah sudah memberikan rekomendasi untuk dilakukan evaluasi. Namun keputusan penutupan, baik sementara maupun permanen, tetap menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional,” ujarnya, Jumat (8/5/2026) kemarin.


Dion menambahkan, sebelumnya Pemkab Purworejo juga telah melakukan inspeksi ke sejumlah dapur MBG yang dinilai bermasalah. Dari hasil evaluasi tersebut, terdapat dua SPPG yang sempat dihentikan sementara operasionalnya.


Ia menegaskan, pengawasan terhadap kualitas makanan program MBG akan terus diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan pelayanan kepada siswa tetap terjaga.


Kasus ini bermula saat seorang siswa SMP Negeri 2 Purworejo menemukan benda mencurigakan dalam menu tumis sawi dan wortel yang disajikan pada Senin (27/4/2026). Benda tersebut disebut menyerupai hewan kecil dalam kondisi sudah mati.


Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 2 Purworejo, Kofsatun Mardiyah, menjelaskan pihak sekolah langsung melakukan pengecekan setelah menerima laporan dari siswa.


Pihak sekolah kemudian memastikan makanan tersebut tidak dikonsumsi siswa lain dan segera berkoordinasi dengan penyedia layanan MBG. Makanan yang telah dibagikan langsung ditarik dan diganti pada hari yang sama.


“Distribusi hari berikutnya kembali berjalan normal dan tidak ditemukan laporan serupa,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, meminta seluruh sekolah penerima program MBG meningkatkan pengawasan terhadap makanan sebelum dikonsumsi siswa.


Ia menekankan pentingnya kontrol kualitas dari pihak penyedia makanan agar seluruh menu yang disajikan benar-benar higienis, layak konsumsi, dan aman bagi peserta didik.


Selain itu, Dindikbud Purworejo juga telah berkoordinasi dengan koordinator SPPG di wilayah Purworejo untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan hingga distribusi makanan dalam program MBG. (PN)

×
Berita Terbaru Update