Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Bahlil Pastikan Stok Batubara Aman, Gangguan Listrik Disebut Bukan Akibat Krisis Pasokan

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:51 WIB Last Updated 2026-06-20T01:51:46Z

 

Bahlil Pastikan Stok Batubara Aman, Gangguan Listrik Disebut Bukan Akibat Krisis Pasokan

PURWOREJO – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa gangguan listrik yang terjadi di sejumlah daerah bukan disebabkan oleh kelangkaan batubara. Ia memastikan stok batubara nasional untuk kebutuhan pembangkit listrik masih melimpah dan dalam kondisi aman.


Menurut Bahlil, pemerintah telah menyiapkan alokasi batubara untuk kebutuhan dalam negeri jauh di atas kebutuhan tahunan PT PLN (Persero). Karena itu, berbagai gangguan kelistrikan yang terjadi tidak dapat dikaitkan dengan minimnya pasokan energi primer.


“Batubara tidak ada kelangkaan,” tegas Bahlil saat kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Jumat (19/6/2026).


Ia menjelaskan, kebutuhan batubara PLN setiap tahun berada di kisaran 154 juta metrik ton. Untuk menjamin pasokan tersebut, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara menetapkan kewajiban pemenuhan pasar domestik (Domestic Market Obligation/DMO) dari perusahaan tambang sebesar 180 hingga 190 juta metrik ton per tahun.


Dengan alokasi yang lebih besar dari kebutuhan PLN, Bahlil menilai pasokan energi primer untuk sektor kelistrikan nasional sejatinya telah terjamin. Bahkan, pemerintah masih memiliki ruang cadangan yang cukup untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan.


Saat ini, PLN disebut telah mengamankan kontrak pengadaan sekitar 134 juta metrik ton batubara. Sisa kebutuhan akan dipenuhi melalui kontrak lanjutan dengan perusahaan pemasok yang telah memperoleh penugasan dari pemerintah.


Bahlil menilai persoalan yang muncul lebih banyak berkaitan dengan aspek teknis, distribusi, serta pengelolaan logistik menuju pembangkit listrik, bukan karena keterbatasan stok batubara nasional.


“Kalau alokasi sudah tersedia dan kontrak sudah berjalan, berarti persoalannya bukan pada ketersediaan batubara nasional,” ujarnya.


Menurutnya, pemerintah memiliki tugas memastikan produksi dan alokasi batubara untuk kebutuhan domestik terpenuhi. Adapun proses distribusi hingga pengelolaan stok di pembangkit merupakan bagian dari operasional yang dijalankan PLN.


Karena itu, ia menegaskan bahwa tidak tepat jika seluruh gangguan listrik yang terjadi langsung dikaitkan dengan pasokan batubara. Pemerintah terus melakukan pengawasan agar kewajiban pasokan domestik dari perusahaan tambang berjalan sesuai ketentuan.


Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya keluhan masyarakat terkait gangguan listrik di sejumlah wilayah. Sebelumnya, muncul dugaan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh berkurangnya pasokan batubara ke pembangkit.


Meski demikian, Bahlil memastikan pemerintah terus berkoordinasi dengan PLN guna memantau kondisi di lapangan dan mengantisipasi berbagai kendala yang berpotensi mengganggu pelayanan listrik kepada masyarakat.


Ia menegaskan, dari sisi ketersediaan energi primer, kondisi nasional saat ini masih aman. Fokus pemerintah kini adalah memperkuat distribusi serta meningkatkan pengelolaan pasokan agar operasional pembangkit listrik berjalan optimal.


“Yang jelas pasokan batubara nasional aman. Tidak ada kelangkaan. Yang perlu diperkuat adalah pengelolaan dan aspek teknis operasionalnya,” pungkasnya.


Kontributor : Abror

×
Berita Terbaru Update