
Persiapan Matang dan Alat Berstandar Internasional, Aeromodeling Purworejo Siap Berburu Emas
PURWOREJO – Cabang olahraga (cabor) Aeromodeling Kabupaten Purworejo optimistis mampu meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Dengan kekuatan lima atlet yang akan turun di delapan nomor lomba, peluang untuk meraih prestasi terbaik dinilai masih terbuka lebar.
Ketua Pengcab Aeromodeling KONI Purworejo, Veronika, mengatakan pihaknya telah menyiapkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi Porprov 2026. Dari lima atlet yang dimiliki, dua di antaranya merupakan atlet yang pernah tampil pada Porprov 2023 dan berhasil menyumbangkan tiga medali perak serta satu medali perunggu bagi Purworejo.
"Pada Porprov 2026 terdapat pembatasan, yakni satu atlet hanya boleh mengikuti maksimal tiga nomor lomba. Karena itu, Purworejo akan fokus mengikuti delapan nomor yang dinilai paling potensial," kata Veronika, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, tiga atlet Aeromodeling saat ini berada di Purworejo, sedangkan dua atlet lainnya menjalani pemusatan latihan di Sidoarjo, Jawa Timur.
Para atlet akan berlaga pada delapan nomor, yakni OHLG (PA) yang diperkuat Dedy Indratno, Putranto Jati, dan Iman Wahyu Aji; F1A yang diperkuat Abriyan Satriya, Putranto Jati, dan Dedy Indratno; F1H (PA) yang diperkuat Dedy Indratno dan Putranto Jati; F3R INA yang diperkuat Abriyan Satriya; F3R FAI yang diperkuat Oscar Panji; F3J INA yang diperkuat Oscar Panji dan Abriyan Satriya; F3J FAI yang diperkuat Oscar Panji; serta F9U yang diperkuat Iman Wahyu Aji.
"Menariknya, pada nomor F3J INA, dua atlet yang turun merupakan bapak dan anak," ujarnya.
Meski demikian, persiapan atlet masih menghadapi kendala sarana latihan yang belum memadai. Untuk nomor OHLG, latihan masih dapat dilakukan di Lapangan Sitanjung, Pangenjurutengah. Namun, nomor F1A dan F1H membutuhkan area yang lebih luas sehingga atlet biasanya berlatih di kawasan persawahan Bagelen yang saat ini masih ditanami padi.
"Kondisi ini membuat latihan belum maksimal. Karena itu kami mengusulkan try out di Sidoarjo, sementara pemusatan latihan nantinya direncanakan di Pasuruan," imbuhnya.
Menurut Veronika, peluang meraih medali dalam aeromodeling tidak hanya ditentukan kemampuan atlet, tetapi juga kualitas peralatan yang digunakan. Idealnya, setiap atlet memiliki tiga unit pesawat sebagai alat utama dan cadangan.
"Hampir 70 hingga 90 persen keberhasilan sangat dipengaruhi kualitas alat. Atlet yang bagus akan kesulitan bersaing jika peralatannya kurang mendukung, apalagi daerah lain juga terus meningkatkan kualitas peralatan mereka," katanya.
Ia mengungkapkan, standar peralatan yang digunakan pada Porprov 2026 sudah mendekati level Pekan Olahraga Nasional (PON). Karena itu, banyak daerah menggunakan pesawat berstandar internasional yang didatangkan dari luar negeri, seperti Ukraina dan Polandia.
Salah satu langkah yang telah dilakukan Purworejo adalah mendatangkan pesawat untuk nomor F3J FAI langsung dari Ukraina.
"Alhamdulillah, untuk F3J FAI kami baru saja menyelesaikan pembelian pesawat dari Ukraina. Ini menjadi salah satu upaya meningkatkan daya saing atlet kami," ungkapnya.
Veronika menilai nomor yang paling berpotensi menyumbangkan medali emas bagi Purworejo adalah F3J FAI. Selain itu, peluang juga terbuka pada nomor F3R FAI, F9U, dan F1A. Atlet yang akan turun di nomor F3J FAI sebelumnya berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
"Peluang terbesar ada di F3J FAI karena atlet kami pernah meraih emas di Kejurnas. Potensinya cukup besar untuk meraih hasil terbaik di Porprov," tegasnya.
Persaingan diperkirakan berlangsung ketat. Pada nomor F3R FAI, lawan terkuat berasal dari Kota Salatiga yang diperkuat atlet PON. Sementara pada nomor F9U FAI, pesaing utama berasal dari Kabupaten Wonosobo yang juga memiliki atlet berpengalaman di level nasional.
Belajar dari pengalaman Porprov 2023, Veronika berharap KONI Purworejo dapat memberikan pendampingan penuh selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, pada Porprov sebelumnya Purworejo kehilangan peluang meraih medali emas akibat kurang optimalnya pendampingan saat terjadi protes teknis terkait peralatan peserta lain.
"Saat Porprov 2023 kami merasa kehilangan peluang emas karena kurangnya pendampingan. Pengalaman itu sudah kami sampaikan kepada Ketua KONI Purworejo. Untuk Porprov 2026 kami berharap ada pendampingan penuh agar hal serupa tidak terulang," tegasnya.
Dengan persiapan atlet yang terus dimatangkan, peningkatan kualitas peralatan, serta dukungan penuh dari KONI, Aeromodeling Purworejo optimistis mampu bersaing dan mempersembahkan medali emas pada Porprov Jawa Tengah 2026.