PURWOREJO – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Purworejo memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-20 dengan menggelar resepsi di Ganeca Convention Hall, Sabtu (20/6/2026) malam. Mengangkat tema "Perkuat Solidaritas, Kompak Bersatu", kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat persaudaraan antarperangkat desa sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Harlah ke-20 PPDI Purworejo Jadi Momentum Perkuat Sinergi dan Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa
Ratusan perangkat desa dari berbagai kecamatan hadir dalam kegiatan tersebut bersama Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, SH, Wakil Bupati Purworejo, jajaran pengurus PPDI Provinsi Jawa Tengah, anggota DPRD, serta tamu undangan lainnya. Acara berlangsung semarak dengan penyerahan hadiah berbagai perlombaan, pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, hingga penyampaian aspirasi organisasi.
Ketua Panitia Harlah, Nanang Purwanto, mengatakan bahwa peringatan dua dekade PPDI tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga diisi berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan kebersamaan perangkat desa.
Menurutnya, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Mei melalui Turnamen Bola Voli PPDI Cup II di Desa Kalimeneng, Kecamatan Kemiri, yang diikuti 32 tim dari kategori perangkat desa dan umum. Selain itu, PPDI juga menyelenggarakan Sekolah Pamong Gelombang III bagi perangkat desa baru serta lomba videografi untuk mengangkat potensi desa di Kabupaten Purworejo.
"Melalui berbagai kegiatan ini kami ingin membangun solidaritas sekaligus meningkatkan kapasitas perangkat desa agar semakin profesional dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Ketua PPDI Kabupaten Purworejo, Erwan Widi Ashari, menilai usia ke-20 menjadi momentum penting bagi organisasi untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur desa. Ia menyebut Sekolah Pamong menjadi salah satu program unggulan yang telah melahirkan ratusan perangkat desa baru dengan bekal pengetahuan pemerintahan, kepemimpinan, serta etika pelayanan publik.
Sebanyak 271 perangkat desa yang dilantik pada semester kedua 2025 hingga semester pertama 2026 telah mengikuti program tersebut. Menurut Erwan, peningkatan kapasitas aparatur desa merupakan investasi penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan desa yang semakin baik.
Selain membangun kompetensi, PPDI juga mendorong kreativitas melalui lomba videografi desa sebagai media promosi potensi lokal dan pembangunan berbasis kearifan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, PPDI turut menyampaikan sejumlah aspirasi terkait peningkatan kesejahteraan perangkat desa. Organisasi tersebut menyambut diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2026 yang mengatur penyaluran penghasilan tetap perangkat desa langsung ke rekening kas desa karena dinilai memberikan kepastian pembayaran.
PPDI juga memperkenalkan gagasan bertajuk "Proposal Purworejo", yakni konsep sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa dalam mendukung peningkatan kesejahteraan perangkat desa secara berkelanjutan.
"Kami berharap ada komitmen bersama dari seluruh tingkatan pemerintahan agar kesejahteraan perangkat desa semakin terjamin, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal," kata Erwan.
Sementara itu, Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti memberikan apresiasi atas kontribusi perangkat desa selama ini dalam mendukung jalannya pemerintahan hingga pembangunan di tingkat desa. Menurutnya, perangkat desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pelayanan publik sekaligus penghubung berbagai program pemerintah kepada masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Purworejo terus berupaya meningkatkan kesejahteraan perangkat desa, termasuk menindaklanjuti usulan pemberian gaji ke-13.
"Untuk tahun 2026 masih menunggu perubahan anggaran, sedangkan pada APBD murni tahun 2027 telah kami siapkan alokasi anggarannya sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan perangkat desa," ungkapnya.
Bupati juga mengajak seluruh perangkat desa untuk menjaga soliditas organisasi, meningkatkan profesionalisme, serta aktif mengedukasi masyarakat mengenai berbagai program pemerintah, termasuk layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di puskesmas.
Peringatan Harlah ke-20 PPDI Kabupaten Purworejo menjadi penegasan bahwa kemajuan desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas aparatur yang profesional, kompak, dan sejahtera. Dengan semangat kebersamaan, perangkat desa diharapkan terus menjadi penggerak pembangunan serta mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Purworejo yang semakin maju dan berdaya saing.