Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Menteri Wihaji: Cegah Stunting Harus Dimulai dari Keluarga Berisiko

Jumat, 19 Juni 2026 | 07:38 WIB Last Updated 2026-06-19T00:38:18Z

Menteri Wihaji: Cegah Stunting Harus Dimulai dari Keluarga Berisiko

PURWOREJO
 – Upaya percepatan penurunan stunting harus dimulai dari keluarga yang memiliki risiko tinggi, bukan hanya saat anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan. Pesan itu disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Kamis (18/6/2026).


Di hadapan Penyuluh Keluarga Berencana (KB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader KB, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Purworejo, Wihaji menegaskan bahwa pencegahan stunting memerlukan pendekatan yang lebih menyeluruh. Tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga memastikan setiap keluarga yang berpotensi melahirkan anak stunting mendapatkan pendampingan sejak dini.


"Kita harus fokus pada keluarga yang berisiko. Jangan menunggu anak menjadi stunting baru bergerak. Pencegahan harus dilakukan lebih awal melalui pendampingan yang berkelanjutan," tegasnya.


Menurut Wihaji, keluarga dengan kondisi ekonomi lemah, sanitasi yang belum memadai, lingkungan rumah yang kurang sehat, hingga pola pengasuhan yang belum optimal merupakan kelompok yang harus menjadi prioritas penanganan. Karena itu, peran Tim Pendamping Keluarga menjadi sangat penting sebagai ujung tombak pemerintah dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan pemantauan di tingkat desa.


Ia juga mengapresiasi capaian Kabupaten Purworejo yang berhasil menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen. Meski demikian, capaian tersebut harus dijaga dengan memperkuat intervensi pada keluarga yang masuk kategori Keluarga Risiko Stunting (KRS).


Dalam kunjungannya, Menteri Wihaji juga meninjau langsung rumah salah satu keluarga di Kelurahan Lugosobo, Kecamatan Gebang, yang menjadi penerima bantuan melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Dari hasil peninjauan, ia menemukan sejumlah kondisi rumah yang dinilai masih berpotensi memengaruhi kesehatan anggota keluarga, seperti sanitasi, ruang tidur, dan dapur yang belum memenuhi standar.


Melalui Program Genting, pemerintah memberikan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni senilai Rp50 juta sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak. Menurut Wihaji, lingkungan tempat tinggal yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam mencegah stunting.


Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Purworejo terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pihak dalam percepatan penurunan stunting. Selain mendukung Program Bangga Kencana, pemerintah daerah juga berkomitmen mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.


Melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, serta masyarakat, diharapkan setiap keluarga berisiko dapat memperoleh pendampingan yang optimal sehingga angka stunting di Kabupaten Purworejo terus menurun dan kualitas generasi mendatang semakin meningkat.

×
Berita Terbaru Update