![]() |
| Pasangan Guru di Cangkrepkidul Disambut Meriah, Diarak Keliling Kampung Naik Kereta Kuda Usai Pulang Haji |
PURWOREJO – Suasana penuh suka cita menyelimuti Kampung Cangkrepkidul, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Selasa (30/6/2026) sore. Kepulangan pasangan suami istri jamaah haji, Drs. H. Iswahyudi dan Hj. Ani Sa'adah, disambut hangat oleh keluarga, tetangga, dan masyarakat yang telah menanti sejak siang.
Begitu rombongan jamaah haji Kloter 26 tiba di Pendopo Kabupaten Purworejo, pasangan yang sehari-hari mengabdikan diri sebagai guru itu langsung dijemput keluarga. Setibanya di kampung halaman, sebuah kejutan telah dipersiapkan warga sebagai bentuk rasa syukur atas kepulangan mereka dari Tanah Suci.
Sebuah kereta kuda yang telah dihias sederhana membawa Iswahyudi dan Ani Sa'adah berkeliling kampung. Arak-arakan berlangsung meriah dengan iringan grup sholawatan yang terus melantunkan pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Warga dari berbagai usia memadati tepi jalan untuk menyaksikan momen tersebut.
Anak-anak tampak antusias mengikuti iring-iringan, sementara para orang tua berdiri di depan rumah menyambut keduanya dengan senyum dan doa. Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen langka itu menggunakan telepon genggam mereka.
Salah seorang anggota keluarga, Makhasin, mengatakan penyambutan tersebut merupakan bentuk ungkapan syukur sekaligus penghormatan kepada Iswahyudi dan Ani Sa'adah yang telah menunaikan ibadah haji.
"Kami ingin memberikan kenangan yang berkesan bagi beliau berdua. Kereta kuda ini memang kami siapkan agar suasana penyambutan lebih meriah. Semoga beliau menjadi haji dan hajjah yang mabrur serta membawa keberkahan bagi keluarga maupun masyarakat," katanya.
Di tengah suasana haru, Iswahyudi mengaku tidak menyangka akan mendapat sambutan semeriah itu. Ia menyampaikan rasa syukur karena dapat menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji bersama sang istri dalam keadaan sehat hingga kembali ke Purworejo.
"Alhamdulillah, kami bersyukur bisa kembali ke rumah dengan selamat. Sambutan dari keluarga dan warga benar-benar membuat kami terharu. Terima kasih atas doa yang terus mengiringi kami sejak berangkat hingga pulang," ujarnya.
Menurutnya, perjalanan ibadah haji menjadi pengalaman spiritual yang memberikan banyak pelajaran kehidupan. Ia berharap dapat mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci dan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat.
"Kami memohon doa agar menjadi haji yang mabrur dan hajjah yang mabruroh. Semoga kami bisa menjadi pribadi yang lebih baik serta lebih bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan. Kami juga memohon maaf apabila selama ini memiliki kekurangan atau kesalahan," tuturnya.
Bagi masyarakat Cangkrepkidul, penyambutan jamaah haji bukan sekadar tradisi turun-temurun. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi simbol rasa syukur, penghormatan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Kereta kuda yang melintas perlahan di jalan kampung sore itu bukan hanya mengantar dua orang yang baru pulang dari Tanah Suci. Kehadirannya menjadi lambang kebersamaan dan kegembiraan yang dirasakan seluruh warga, sekaligus mengingatkan bahwa nilai gotong royong dan kekeluargaan masih hidup dan terjaga di tengah masyarakat.
