![]() |
| Bupati Purworejo Apresiasi Perjuangan PPPK Dampingi Anak Yatim, Warung Gratis Jadi Inovasi Baru Berbagi |
Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Bupati Purworejo pada Jumat (24/7/2026). Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi sejumlah perangkat daerah menyerahkan bantuan berupa paket sembako, uang tunai, serta dukungan untuk pengembangan warung sembako gratis yang dirintis Yan sebagai pusat penyaluran bantuan bagi anak-anak yatim.
Apresiasi itu diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi Yan yang sejak 2018 secara konsisten mendampingi puluhan anak yatim di berbagai desa. Di tengah kesibukannya sebagai aparatur pemerintah, ia tetap meluangkan waktu untuk memastikan anak-anak binaannya mendapatkan perhatian, baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan pendidikan.
Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, mengatakan kepedulian seperti yang dilakukan Yan merupakan contoh nyata semangat gotong royong yang perlu terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.
"Yang dilakukan Mas Yan adalah teladan yang patut dicontoh. Kepedulian terhadap anak-anak yatim bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Semoga langkah beliau dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berbagi dan peduli terhadap sesama," ujar Yuli.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga berkolaborasi dengan Baznas Kabupaten Purworejo untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yatim binaan Yan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan program tersebut.
"Kami bersama Baznas memberikan bantuan kepada anak-anak yatim binaan Mas Yan yang selama ini telah beliau dampingi dengan penuh keikhlasan," katanya.
Bagi Yan, perhatian dari pemerintah menjadi motivasi baru untuk terus melanjutkan kegiatan sosial yang telah dijalankannya selama bertahun-tahun.
Tahun ini, ia menghadirkan pendekatan baru melalui pendirian warung sembako gratis. Berbeda dengan toko pada umumnya, warung tersebut tidak memiliki kasir maupun daftar harga. Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mi instan hingga perlengkapan sekolah disediakan agar dapat diambil secara cuma-cuma oleh anak-anak yatim yang menjadi binaannya.
"Alhamdulillah ini sudah memasuki tahun kedelapan. Kalau sebelumnya saya mengantar bantuan dari rumah ke rumah, tahun ini saya mencoba konsep warung sembako gratis khusus untuk anak-anak yatim," tutur Yan.
Menurutnya, selama bertahun-tahun metode door to door memang mampu membangun kedekatan dengan anak-anak. Namun, bertambahnya jumlah anak binaan serta keterbatasan waktu membuatnya mencari cara yang lebih efektif.
Ia berharap keberadaan warung tersebut tidak hanya mempermudah penyaluran bantuan, tetapi juga menjadikan rumahnya sebagai tempat yang selalu terbuka bagi anak-anak yatim ketika mereka membutuhkan sesuatu.
"Saya ingin mereka merasa dekat dengan keluarga kami. Kalau membutuhkan beras, minyak, alat sekolah, atau kebutuhan lainnya, mereka bisa datang langsung tanpa sungkan," katanya.
Saat ini, Yan mendampingi sekitar 35 anak yatim yang berasal dari tujuh desa di Kabupaten Purworejo. Sebanyak 22 anak menerima bantuan secara rutin, sementara sisanya tetap mendapatkan bantuan sesuai kemampuan donasi yang tersedia. Beberapa di antaranya bahkan tinggal hingga hampir sembilan kilometer dari rumahnya, termasuk di wilayah Kaliwader, Kecamatan Bener.
Perjalanan panjang mendampingi anak-anak yatim itu tidak pernah ia jalani sendirian. Di balik kegiatannya, ada dukungan penuh dari sang ibu, Dewi Aminasih, seorang guru taman kanak-kanak yang segera memasuki masa purnatugas.
Dewi mengaku kerap menemani bahkan membangunkan putranya sejak dini hari agar bantuan bisa diantarkan sebelum Yan berangkat bekerja.
"Saya selalu mendukung. Kalau harus berangkat pagi-pagi, saya yang membangunkan. Kadang pukul empat pagi sudah bersiap untuk mengantar bantuan," ungkapnya.
Selain memenuhi kebutuhan pangan, keluarga Yan juga berusaha membantu perlengkapan sekolah seperti seragam, tas, sepatu, buku, hingga alat tulis agar anak-anak tetap dapat mengenyam pendidikan dengan baik.
Bagi Yan, pendidikan merupakan jalan terbaik untuk membantu anak-anak yatim meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, ia berharap semakin banyak masyarakat yang ikut terlibat menjadi donatur sehingga warung sembako gratis tersebut dapat terus beroperasi dan menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan.
"Harapan saya sederhana, semoga apa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat dan mengajak lebih banyak orang untuk peduli kepada anak-anak yatim," ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih menyimpan kekhawatiran mengenai keberlangsungan program tersebut. Sebab, seluruh kegiatan yang dijalankan bergantung pada dukungan para donatur. Namun, ia berkomitmen untuk terus berusaha agar warung sembako gratis itu tetap menjadi tempat harapan bagi anak-anak yatim di Purworejo.
"Saya memang masih punya rasa khawatir apakah program ini bisa terus berjalan. Tapi selama masih diberi kesempatan, saya akan terus berusaha agar warung ini tetap ada untuk mereka," pungkasnya.
