Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Festival Literasi Purworejo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Pameran Buku hingga Talkshow Sejarah Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 | 16:11 WIB Last Updated 2026-07-21T09:11:49Z

 

Festival Literasi Purworejo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Pameran Buku hingga Talkshow Sejarah Lokal

KUTOARJO – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia akan terasa berbeda di Kabupaten Purworejo. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Purworejo kembali menggelar Festival Literasi Purworejo 2026, sebuah agenda tahunan yang tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat budaya membaca di tengah masyarakat.


Festival dijadwalkan berlangsung selama 11 hari, mulai 14 hingga 24 Agustus 2026, dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang menyasar seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari pameran buku, diskusi literasi, talkshow, pertunjukan seni, hingga berbagai perlombaan akan digelar di sejumlah lokasi di Kutoarjo.


Kepala Bidang Perpustakaan Dinpusip Purworejo, Sigit Sudibyo, menjelaskan bahwa Festival Literasi menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk terus menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas.


"Festival ini kami harapkan menjadi momentum untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus memperkuat budaya literasi di Kabupaten Purworejo," ujar Sigit, Selasa (21/7/2026).


Tahun ini, penyelenggaraan festival diklaim akan lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satu agenda unggulan adalah Pameran Buku Utama yang menghadirkan sejumlah penerbit nasional seperti Gramedia, Mizan, dan Paguyuban Penerbit Jogja (PPJ). Ribuan judul buku dari berbagai kategori akan dipamerkan dengan beragam promo menarik bagi pengunjung.

Festival Literasi Purworejo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Pameran Buku hingga Talkshow Sejarah Lokal

Selain menghadirkan pameran buku, panitia juga tengah mengupayakan kehadiran sejumlah tokoh nasional di bidang sejarah dan literasi. Salah satunya sejarawan Peter Carey, yang dikenal luas melalui kajiannya mengenai sejarah Jawa, termasuk Babad Kedung Kebo. Kehadirannya masih menunggu kepastian karena menyesuaikan jadwal keberangkatannya ke luar negeri. Jika tidak memungkinkan hadir secara langsung, panitia menyiapkan opsi penyampaian materi melalui konferensi daring.


Festival juga direncanakan menghadirkan Dr. Sudibyo, M.Hum, yang akan mengupas sejarah Purworejo, naskah Babad Kedung Kebo, hingga kekayaan budaya dan gastronomi lokal. Sementara itu, sesi Creative Talk dan Talkshow Penulis bersama penulis pilihan dari Gramedia diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.


Menurut Sigit, pengenalan sejarah lokal menjadi salah satu fokus dalam Festival Literasi tahun ini. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal perjalanan sejarah daerahnya sehingga tumbuh rasa memiliki dan bangga terhadap warisan budaya Purworejo.


Beragam perlombaan juga disiapkan untuk memeriahkan festival. Salah satunya Lomba Menyanyi Solo hasil kerja sama Dinpusip dengan Radio Irama FM yang akan berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di area Perpustakaan Umum Kutoarjo. Lomba dibuka untuk kategori pelajar dan umum, dengan peserta pelajar tidak dikenai biaya pendaftaran.


Sementara itu, Lomba Mewarnai yang berkolaborasi dengan Gramedia, Agatis, dan Purworejo Fine Art (PFA) akan dilaksanakan pada 23 Agustus 2026 di Pendopo Wakil Bupati Kutoarjo. Kompetisi ini diperuntukkan bagi anak-anak usia PAUD hingga siswa SD kelas 3 dengan total hadiah jutaan rupiah.


Tidak hanya itu, panggung Festival Literasi juga akan diisi berbagai penampilan seni dan kreativitas dari sekolah maupun komunitas di Kabupaten Purworejo sebagai bentuk apresiasi terhadap bakat serta kreativitas masyarakat.


Di luar penyelenggaraan festival, Dinpusip Purworejo terus melakukan berbagai inovasi layanan. Salah satunya melalui penambahan jam operasional perpustakaan hingga malam hari, termasuk layanan pada akhir pekan, yang dinilai mampu meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat.


Data hingga akhir 2025 mencatat Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo memiliki lebih dari 55.300 koleksi buku cetak dan 9.953 judul buku digital. Pada semester pertama 2026, koleksi tersebut kembali bertambah sebanyak 1.353 eksemplar buku, dengan penambahan berikutnya direncanakan pada Oktober mendatang.


Sigit menilai antusiasme masyarakat dalam membeli buku menunjukkan perkembangan yang positif. Namun, ia berharap kebiasaan tersebut diiringi dengan budaya membaca yang semakin kuat sehingga literasi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.


Melalui Festival Literasi Purworejo 2026, pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat yang gemar membaca, memahami sejarah daerah, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui budaya literasi yang terus berkembang.

×
Berita Terbaru Update