Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Gebang Expo 2026 Hadirkan Sembako Murah, PDAU Purworejo Perkuat Upaya Pengendalian Inflasi Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 | 11:50 WIB Last Updated 2026-07-31T04:50:11Z

Gebang Expo 2026 Hadirkan Sembako Murah, PDAU Purworejo Perkuat Upaya Pengendalian Inflasi Daerah
PURWOREJO – Gebang Expo 2026 bertajuk "Temu Karya Tumbuh Bersama Gebang Gemilang" resmi digelar pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Salah satu yang menjadi daya tarik masyarakat dalam gelaran tersebut adalah hadirnya stand sembako murah yang diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.


Direktur Perumda Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Purworejo, Rainier, menjelaskan bahwa keikutsertaan PDAU dalam Gebang Expo merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Gebang sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).


"Kami dari PDAU bekerja sama dengan Camat Gebang melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah. Kami menghadirkan tiga produk kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.


Tiga komoditas yang dijual meliputi telur ayam, beras SPHP, dan MinyaKita. Untuk telur, harga normal Rp22.500, namun melalui subsidi kupon masyarakat dapat membelinya seharga Rp20.500.


Sementara itu, beras SPHP kemasan 5 kilogram yang biasanya dijual Rp62.500, pada kegiatan ini dapat diperoleh dengan harga Rp60.500.


Sedangkan MinyaKita yang harga normalnya Rp31.400 dijual dengan harga subsidi Rp29.400.


Rainier menjelaskan, penyediaan sembako murah tersebut merupakan hasil kerja sama PDAU dengan Perum Bulog. Meski jumlah pasokan dibatasi, pihaknya berupaya mengoptimalkan stok selama tiga hari pelaksanaan expo.


"Kami bekerja sama dengan Bulog. Walaupun kuotanya terbatas, kami akan mengoptimalkan seluruh stok yang tersedia selama tiga hari pelaksanaan Gebang Expo agar masyarakat dapat menikmati sembako murah," katanya.


Ia menambahkan, tanpa kupon masyarakat tetap dapat membeli produk yang dijual dengan harga normal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).


Menurutnya, PDAU ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah untuk berkolaborasi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat.


Selain menghadirkan sembako murah pada Gebang Expo, Rainier mengatakan PDAU juga mengelola Toko Pengendali Inflasi yang berada di kawasan Pasar Baledono.


"PDAU memiliki Toko Pengendali Inflasi di Baledono. Masyarakat yang berada di sekitar wilayah tersebut dapat berbelanja kebutuhan pokok di sana," jelasnya.


Tidak hanya itu, PDAU juga mengembangkan usaha peternakan ayam petelur yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).


"Kami juga mengembangkan usaha ayam petelur. Jadi apabila masyarakat ataupun BUMDes ingin bekerja sama, kami siap mendukung. Intinya kami sangat mendukung program pemerintah dalam pengendalian inflasi daerah," ungkap Rainier.


Ia berharap program tersebut dapat dinikmati masyarakat secara merata.


"Harapannya semua masyarakat bisa menikmati program ini secara adil dan merata," pungkasnya.

Stand Sembako Murah

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Purworejo, Ari Wibowo, S.T., menjelaskan bahwa pengendalian inflasi pemerintah bertumpu pada empat pilar utama, yakni menjaga stabilitas harga, menjaga pasokan, menjamin kelancaran distribusi, serta membangun komunikasi yang efektif.


"Melalui PDAU yang kami tugaskan sebagai pengelola Toko Pengendali Inflasi, kami bekerja sama dengan Bulog untuk menjaga stabilitas harga, khususnya komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi," jelas Ari.


Komoditas yang disediakan meliputi beras SPHP, MinyaKita, dan telur. Menurutnya, ketiga komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok yang sangat memengaruhi tingkat inflasi.


"Telur menjadi salah satu komoditas penting karena merupakan sumber protein masyarakat. Ketika harga telur naik, dampaknya juga akan berpengaruh terhadap inflasi," katanya.


Ari menjelaskan bahwa melalui Gebang Expo, PDAU sekaligus memperkenalkan keberadaan Toko Pengendali Inflasi yang berada di Pasar Baledono. Bahkan, layanan tersebut dapat menjangkau desa-desa yang mengalami disparitas harga tinggi.


"Kalau ada desa yang harga kebutuhan pokoknya tinggi, mereka bisa menghubungi PDAU agar menyediakan bahan pokok dengan harga sesuai ketentuan pemerintah," ujarnya.


Selain melalui PDAU, upaya pengendalian inflasi juga dilakukan oleh sejumlah perangkat daerah lainnya. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), misalnya, secara rutin menggelar Gerakan Pangan Murah dengan memutus rantai distribusi sehingga hasil pertanian dapat dijual langsung kepada konsumen.


Sementara itu, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DinKUKMP) melaksanakan operasi pasar apabila terjadi kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada komoditas tertentu.


"Selama ini langkah-langkah tersebut masih efektif. IPH Kabupaten Purworejo masih terkendali. Setiap minggu kami terus memantau perkembangan harga dan apabila ada komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, TPID akan segera melakukan tindakan," terang Ari.


Ia menegaskan bahwa program pengendalian inflasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi berbagai instansi.


"Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik apabila terjadi kenaikan harga pada komoditas tertentu. Jangan melakukan panic buying karena pemerintah terus memantau dan akan melakukan langkah pengendalian," katanya.


Ari juga mengajak masyarakat memanfaatkan Toko Pengendali Inflasi milik PDAU yang telah beroperasi sekitar dua bulan di kawasan Pasar Baledono, tepatnya di sisi timur pasar.


"Kalau harga di pasar dirasa mahal, silakan datang ke Toko Pengendali Inflasi. Bahkan jika lokasinya jauh, masyarakat dapat menghubungi PDAU agar komoditas tertentu bisa diantar ke desa-desa," jelasnya.


Ia berharap keberadaan Toko Pengendali Inflasi semakin dikenal masyarakat melalui publikasi media.


"Kami mohon rekan-rekan media membantu mempublikasikan bahwa Kabupaten Purworejo memiliki Toko Pengendali Inflasi yang dioperasikan PDAU bekerja sama dengan Bulog. Toko ini sudah aktif sekitar dua bulan. Bahkan untuk telur, PDAU memiliki peternakan sendiri sehingga harganya lebih murah karena langsung dari kandang tanpa melalui banyak mata rantai distribusi," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update