![]() |
| KONI Purworejo Tegas! Atlet Tak Disiplin Terancam Dicoret dari Kontingen Porprov 2026 |
PURWOREJO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purworejo menegaskan tidak akan mentoleransi atlet yang tidak menunjukkan kedisiplinan selama masa persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Atlet yang tidak mengalami peningkatan kemampuan maupun mengabaikan program latihan berpeluang dicoret dari kontingen Kabupaten Purworejo.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua KONI Kabupaten Purworejo, Muhamad Abdullah, saat Rapat Koordinasi dan penyampaian hasil tes kesehatan serta tes fisik atlet yang dihadiri pelatih, official, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo Bangun Erlangga Ibrahim, serta Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo Nur Hidayat Pramudyanto.
Menurut Muhamad Abdullah, hasil evaluasi dua kali tes fisik menunjukkan masih ada sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga yang belum memenuhi standar kebugaran sesuai kebutuhan masing-masing cabang.
"Kami tidak menuntut semua atlet harus meraih medali. Tetapi kami menuntut semua atlet serius dan disiplin. Pemerintah daerah sudah memberikan dukungan yang besar, sehingga harus dijawab dengan komitmen dari para atlet," katanya.
Ia menjelaskan, KONI memberikan kesempatan kepada pelatih dan official untuk melakukan evaluasi terhadap atlet yang dinilai belum menunjukkan perkembangan. Jika dalam sisa masa persiapan tidak ada peningkatan signifikan, atlet dapat diganti paling lambat 27 Juli 2026.
Bahkan, apabila tidak tersedia atlet pengganti yang layak, KONI lebih memilih tidak mengirimkan nomor pertandingan tertentu dibanding memberangkatkan atlet yang belum siap.
"Hari ini sudah ada satu atlet yang kami coret. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada atlet lain yang didegradasi apabila hingga batas evaluasi tidak menunjukkan peningkatan," tegas Abdullah saat Rapat Koordinasi, Rabu, 15/07/2026 malam di RM Kedai Satu-Satu Purworejo.
Porprov Jawa Tengah 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Oktober 2026, sementara beberapa cabang olahraga mulai dipertandingkan sejak 22 Oktober 2026. Dengan waktu persiapan yang tersisa kurang dari 100 hari, KONI meminta seluruh atlet memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk meningkatkan fisik, teknik, serta mental bertanding.
Sementara itu, Kepala Dinporapar Kabupaten Purworejo Bangun Erlangga Ibrahim menyebut pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui perencanaan yang matang serta sinergi seluruh pihak.
Ia mengajak seluruh pelatih dan official menjadi garda terdepan dalam membangun mental, kedisiplinan, dan komitmen atlet agar mampu tampil maksimal pada Porprov mendatang.
"Kami dari pemerintah daerah berkomitmen terus mendampingi seluruh proses persiapan. Namun keberhasilan tetap ditentukan oleh kesungguhan para atlet dalam menjalani latihan," ujarnya.
Di sisi lain, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo Nur Hidayat Pramudyanto menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas KONI.
Menurutnya, kedisiplinan merupakan syarat utama untuk meraih prestasi sehingga evaluasi terhadap atlet yang tidak serius merupakan keputusan yang tepat.
"Kami sangat setuju apabila atlet yang tidak disiplin dievaluasi. Tanpa disiplin, tidak mungkin lahir prestasi. Kami berharap Purworejo mampu meningkatkan prestasi dan minimal menembus peringkat 21 besar pada Porprov Jawa Tengah 2026," katanya.
