Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Konkerkab II PGRI Purworejo Tetapkan Arah Organisasi Mandiri, Guru Siap Hadapi Era AI

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:30 WIB Last Updated 2026-07-04T11:30:00Z

Konkerkab II PGRI Purworejo Tetapkan Arah Organisasi Mandiri, Guru Siap Hadapi Era AI

PURWOREJO – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya memperkuat kemandirian organisasi, meningkatkan perlindungan profesi guru, serta mendorong adaptasi terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) II Masa Bakti XXII Tahun 2026 yang digelar di Gedung PGRI Purworejo, Sabtu (4/7/2026).


Konkerkab II menjadi forum evaluasi pelaksanaan program kerja tahun sebelumnya sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi untuk tahun 2026 hingga pengembangan jangka panjang menuju 2030.


Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Purworejo, jajaran pengurus, pembina, pakar pendidikan, serta perwakilan anggota PGRI dari seluruh kecamatan.


Ketua PGRI Kabupaten Purworejo Irianto Gunawan, S.Pd., mengatakan konferensi kerja menjadi momentum penting untuk memastikan organisasi mampu menjawab kebutuhan anggotanya di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis.


Menurutnya, selama tahun 2025 PGRI Purworejo berhasil memperkuat penataan administrasi keanggotaan, terutama setelah banyak guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Di sisi lain, organisasi juga meningkatkan layanan perlindungan hukum bagi guru melalui kerja sama dengan tim advokat Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP).


"Layanan pendampingan hukum ini kami hadirkan agar guru memiliki rasa aman saat menjalankan tugas profesionalnya," ujar Irianto.


Selain memperkuat perlindungan profesi, PGRI Purworejo juga mulai membangun fondasi kemandirian organisasi melalui pengadaan aset berupa lahan yang nantinya akan menjadi pusat kegiatan PGRI. Saat ini organisasi masih menggunakan gedung yang berdiri di atas tanah milik Pemerintah Kabupaten Purworejo.


Dana pembelian lahan dihimpun secara sukarela dari anggota penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG). Hingga Juni 2026, dana yang telah terkumpul mencapai sekitar Rp389,7 juta dan disimpan dalam rekening bersama.


Ke depan, lahan tersebut direncanakan menjadi kawasan terpadu yang dilengkapi gedung serbaguna, ruang pertemuan, fasilitas olahraga, homestay, hingga TK PGRI sebagai sarana pengembangan pendidikan anak usia dini.


Tak hanya itu, organisasi juga tengah menyiapkan unit usaha air minum dalam kemasan bermerek "Tirta Gri" sebagai salah satu sumber pendapatan yang diharapkan mampu mendukung keberlangsungan organisasi secara mandiri.


Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum., memberikan apresiasi atas kinerja PGRI Purworejo yang dinilai mampu menjalankan roda organisasi secara disiplin dan terstruktur. Menurutnya, Purworejo menjadi salah satu dari sepuluh kabupaten/kota di Jawa Tengah yang paling cepat menyelenggarakan konferensi kerja setelah pelaksanaan konferensi tingkat provinsi.


Ia juga mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan kini semakin kompleks dengan hadirnya teknologi AI. Guru dituntut mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran tanpa menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pendidikan.


"AI dapat membantu proses belajar mengajar, tetapi tidak akan pernah menggantikan empati, keteladanan, dan sentuhan manusia yang dimiliki seorang guru," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Yudhie Agung Prihatno menilai PGRI tetap menjadi rumah besar bagi para pendidik untuk berkembang, berkolaborasi, dan memperoleh perlindungan profesi.


Ia berharap sinergi antara PGRI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan terus diperkuat agar mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul serta meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Purworejo.


Melalui Konkerkab II ini, PGRI Purworejo menegaskan arah organisasi yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kepada anggota, tetapi juga membangun kemandirian kelembagaan, memperkuat perlindungan profesi guru, serta mempersiapkan dunia pendidikan menghadapi tantangan perkembangan teknologi di masa depan.

×
Berita Terbaru Update