Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

SD Muhammadiyah Kutoarjo Kebanjiran Peminat, Kuota Siswa Baru 2027 Sudah Ludes hingga Inden Masuk 2032

Senin, 27 Juli 2026 | 15:57 WIB Last Updated 2026-07-27T08:57:21Z

SD Muhammadiyah Kutoarjo Kebanjiran Peminat, Kuota Siswa Baru 2027 Sudah Ludes hingga Inden Masuk 2032

PURWOREJO, Purworejo24.com – Minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di SD Muhammadiyah Kutoarjo terus menunjukkan tren meningkat. Bahkan, kuota penerimaan peserta didik baru (PPDB) Tahun Ajaran 2027/2028 telah habis terisi meski proses pendaftaran reguler belum resmi dibuka.


Tingginya animo masyarakat terlihat dari sistem pendaftaran inden yang diterapkan sekolah. Melalui mekanisme tersebut, calon peserta didik dapat didaftarkan jauh sebelum memasuki usia sekolah. Menariknya, hingga kini sekolah telah menerima pendaftaran inden sampai Tahun Ajaran 2032/2033.


Kepala SD Muhammadiyah Kutoarjo, Suprayitno, mengatakan seluruh kuota untuk Tahun Ajaran 2027/2028 telah terpenuhi dengan total 168 calon peserta didik.


"Alhamdulillah, kuota Tahun Ajaran 2027/2028 sudah penuh. Bahkan, saat ini sudah ada pendaftar untuk tahun-tahun berikutnya hingga 2032/2033," ujarnya, Senin (27/7/2026).


Berdasarkan data sekolah, jumlah pendaftar inden untuk Tahun Ajaran 2028/2029 telah mencapai 88 anak. Selanjutnya, Tahun Ajaran 2029/2030 tercatat 32 pendaftar, Tahun Ajaran 2030/2031 sebanyak 20 pendaftar, Tahun Ajaran 2031/2032 sebanyak 17 pendaftar, dan Tahun Ajaran 2032/2033 sudah terdapat empat calon peserta didik.


Menurut Suprayitno, tingginya jumlah pendaftar menjadi indikator besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan dan pelayanan yang diberikan sekolah. Bahkan, tidak sedikit orang tua yang telah mendaftarkan anaknya sejak masih berusia bayi demi memastikan memperoleh kursi ketika memasuki usia sekolah dasar.


"Kami memiliki semboyan, 'pendaftaran ditutup sebelum dibuka'. Maksudnya, kuota sudah terpenuhi melalui sistem inden sebelum PPDB resmi dimulai," jelasnya.


Ia menilai, kepercayaan masyarakat tidak dibangun dalam waktu singkat. Sekolah terus berupaya menghadirkan pendidikan yang seimbang antara prestasi akademik, pembentukan karakter, pendidikan agama, serta akhlak peserta didik.


Selain itu, hubungan yang erat antara guru dan orang tua juga menjadi salah satu fokus utama. Komunikasi yang intens dinilai mampu menciptakan sinergi dalam mendampingi tumbuh kembang anak.


Budaya pelayanan tersebut juga diwujudkan dalam kebiasaan menyambut siswa setiap pagi. Guru dan tenaga kependidikan menyapa, menyalami, hingga mengantar peserta didik menuju ruang kelas sebagai bentuk perhatian dan kedekatan kepada anak-anak.


Di sisi lain, SD Muhammadiyah Kutoarjo juga menyediakan layanan antar jemput yang kini didukung 14 armada, baik milik sekolah maupun hasil kerja sama dengan pihak ketiga. Armada tersebut melayani berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo, mulai dari kawasan barat, wilayah perbukitan, hingga jalur utara menuju Kecamatan Pituruh.


Menurut Suprayitno, fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang tua karena anak dijemput dari rumah dan diantar kembali setelah kegiatan belajar selesai.


Ia menambahkan, capaian yang diraih sekolah saat ini merupakan hasil dari proses pembenahan yang telah dilakukan sejak awal tahun 2000-an. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari peningkatan mutu layanan, penguatan kualitas sumber daya manusia, hingga membangun budaya sekolah yang berorientasi pada kepuasan orang tua.


Sekolah juga sempat menghadapi tantangan berat saat pandemi Covid-19 yang berdampak pada penurunan jumlah peserta didik. Namun, kondisi tersebut justru dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.


"Kami memilih terus berbenah daripada menyalahkan keadaan. Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat terus tumbuh hingga hari ini kuota sudah penuh bahkan sebelum pendaftaran resmi dibuka," pungkasnya.
 

×
Berita Terbaru Update