![]() |
| Dari Barang Bekas Jadi Alat Musik, Warga Daleman Tampilkan Karnaval Kreatif |
Kreativitas itu ditampilkan melalui jalan sehat dan karnaval yang digelar Minggu (23/8) pagi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kelompok musik “Drum Blek”, yang menggunakan galon bekas dan kaleng-kaleng kue sebagai alat musik.
Tidak hanya alat musik, sejumlah peserta juga mengenakan kostum hasil kreasi sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai. Konsep tersebut membuat karnaval terasa berbeda sekaligus membawa pesan tentang pentingnya memanfaatkan kembali barang bekas.
Sekitar tiga kilometer rute dilalui peserta. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua ikut ambil bagian dalam sejumlah kelompok barisan. Mereka berjalan dari perempatan jalan barat lapangan SMK YPP, kemudian menyusuri Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Doplang, dan kembali ke titik awal melalui Kampung Gemuling.
Karnaval dilepas oleh Lurah Kledung Karangdalem Ahmad Marzuki. Di sepanjang perjalanan, kelompok Drum Blek beberapa kali berhenti untuk menampilkan atraksi. Kehadiran mayoret membuat penampilan mereka semakin meriah dan mengundang perhatian masyarakat yang berada di pinggir jalan.
Koordinator kegiatan, Edi Supriyanto, mengatakan karnaval tersebut merupakan puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kampung Daleman. Sebelumnya, warga telah menggelar berbagai kegiatan, termasuk upacara bendera dan perlombaan.
“Kegiatan ini disengkuyung warga dan mendapat dukungan dari instansi maupun pelaku usaha yang ada di lingkungan Daleman,” kata Edi.
Menurutnya, karnaval sudah menjadi kegiatan rutin masyarakat Kampung Daleman. Namun, penggunaan barang bekas sebagai perlengkapan drum band baru diterapkan tahun ini untuk memberikan warna baru sekaligus mendorong kreativitas warga.
Persiapan penampilan juga tidak dilakukan secara instan. Para peserta berlatih sekitar satu bulan dengan mendapat pendampingan dari instruktur profesional agar mampu tampil lebih kompak saat karnaval.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dengan barang sederhana dan biaya yang tidak besar, warga tetap bisa membuat kegiatan yang menarik. Yang terpenting adalah kekompakan dan kreativitas,” ujarnya.
Lurah Kledung Karangdalem Ahmad Marzuki mengapresiasi kreativitas dan kekompakan warga. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi hiburan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat kebersamaan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu melibatkan berbagai kelompok usia. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua bisa bersama-sama berkegiatan dan menunjukkan kreativitasnya,” ungkapnya.
Ia berharap semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat dapat terus dipertahankan. Menurutnya, pemanfaatan barang bekas dalam kegiatan tersebut juga menjadi contoh sederhana bagaimana masyarakat dapat ikut menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami mengapresiasi semangat warga. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi agenda yang semakin kreatif pada tahun-tahun berikutnya,” tandasnya. (top)
