![]() |
| Festival Literasi Purworejo 2026 Dorong Gerakan Membaca dari Keluarga dan Sekolah |
Mengusung tema “Semarak Literasi”, festival tersebut berlangsung selama 11 hari, mulai 14 hingga 24 Agustus 2026, di halaman Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo.
Kegiatan resmi dibuka Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, pada Jumat (14/8/2026). Pembukaan festival turut dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Rahmah Nur Hayati, jajaran Forkopimda Kabupaten Purworejo, Kepala Dinpusip Kabupaten Purworejo Stephanus Aan Isa Nugroho, Kepala Dindikbud Yudhie Agung Prihatno, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Dion menegaskan bahwa peningkatan minat baca masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinpusip. Menurutnya, persoalan literasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai organisasi perangkat daerah dan unsur masyarakat.
“Ke depan menjadi PR kita untuk meningkatkan minat baca anak-anak kita. Ini bisa kita capai ketika OPD lintas sektoral bisa bekerja sama, tidak hanya Dinpusip saja,” kata Dion.
Ia menilai kolaborasi antarinstansi menjadi langkah penting agar gerakan literasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Karena itu, Dion mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinpusip dan Dindikbud Kabupaten Purworejo yang dilakukan dalam rangkaian pembukaan Festival Literasi. Kerja sama tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini.
Selain peran pemerintah dan sekolah, Dion juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang dapat membentuk kebiasaan anak, termasuk dalam membangun kegemaran membaca.
Ia mendorong para orang tua untuk memberikan arahan, pendampingan dan keteladanan kepada anak agar aktivitas membaca menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
“Dari membaca inilah akan membuka khazanah keilmuan kita dan membuka sudut pandang kita. Saya yakin dengan banyak membaca akan lebih banyak memberikan manfaat daripada mudharatnya bagi kita semua,” ujarnya.
Capaian Literasi Masih Menjadi Pekerjaan Rumah
Sementara itu, Kepala Dinpusip Kabupaten Purworejo Stephanus Aan Isa Nugroho mengatakan, kondisi literasi masyarakat Purworejo masih membutuhkan perhatian bersama.
Berdasarkan data yang disampaikan Dinpusip, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Purworejo pada 2025 tercatat sebesar 9,36 dan masuk kategori rendah. Sementara pada 2024, angka yang dicatat sebesar 78,32 dengan kategori sedang.
Tidak hanya IPLM, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) juga mengalami perubahan. Pada 2025, TGM Kabupaten Purworejo tercatat sebesar 56,83, sedangkan pada 2024 berada di angka 70,24.
Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi Dinpusip untuk terus memperkuat berbagai program literasi di Kabupaten Purworejo. Festival Literasi 2026 menjadi salah satu sarana untuk kembali menggaungkan Gerakan Literasi Masyarakat sekaligus mengajak masyarakat agar lebih dekat dengan buku dan perpustakaan.
“Festival ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengkampanyekan kembali Gerakan Literasi Masyarakat,” ujar Stephanus.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan dampak selama festival berlangsung, tetapi mampu mendorong kebiasaan membaca di masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui sinergi pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat, budaya membaca diharapkan semakin tumbuh di Kabupaten Purworejo. Dengan demikian, peningkatan kualitas literasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Festival Literasi Kabupaten Purworejo 2026 pun diharapkan menjadi momentum untuk mengubah membaca dari sekadar kegiatan sesekali menjadi kebiasaan yang tumbuh dari keluarga dan lingkungan pendidikan.
Literasi kuat, Purworejo hebat.
