![]() |
| Kampung Aren Keduren Diresmikan, Muhammadiyah dan Pemkab Purworejo Perkuat Ketahanan Ekonomi Berbasis Konservasi |
Peluncuran Kampung Aren menjadi salah satu agenda dalam rangkaian peringatan Hari Bermuhammadiyah Purworejo. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah KH. Tafsir, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo, tokoh masyarakat, petani, serta berbagai elemen yang mendukung pengembangan sektor pertanian.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi mengapresiasi langkah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo melalui Jaringan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) yang menggandeng Asosiasi Aren Indonesia (AAI) untuk menginisiasi Kampung Aren di Desa Keduren. Menurutnya, program tersebut merupakan contoh nyata kolaborasi antara organisasi masyarakat dan pemerintah dalam menghadirkan solusi atas persoalan ekonomi maupun lingkungan.
Ia menilai tanaman aren memiliki potensi yang sangat besar karena hampir seluruh bagian pohonnya memiliki nilai ekonomi. Selain mampu menghasilkan berbagai produk turunan, aren juga dikenal sebagai tanaman yang memiliki fungsi konservasi sehingga dapat membantu menjaga ketersediaan sumber air, memperkuat struktur tanah, serta mengurangi risiko kerusakan lingkungan.
"Penanaman aren bukan hanya berbicara tentang hasil ekonomi, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kelestarian alam. Ini merupakan langkah yang patut diapresiasi karena mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga lingkungan," ujarnya.
Dion juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Purworejo akan terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan, dalam mengembangkan potensi daerah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, dakwah tidak selalu diwujudkan melalui ceramah atau kegiatan keagamaan semata.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga edukasi tentang pentingnya konservasi juga merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang memiliki dampak besar bagi masa depan.
"Kita perlu mengajak masyarakat menanam pohon-pohon konservasi, menjaga keseimbangan alam, sekaligus membangun sumber ekonomi baru yang berkelanjutan. Dengan begitu, manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo, Pujiono, menjelaskan bahwa Kampung Aren Keduren dirancang bukan sekadar sebagai kawasan budidaya, tetapi juga akan dikembangkan menjadi pusat edukasi pertanian aren di Kabupaten Purworejo.
Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh pengetahuan mengenai teknik budidaya, pengelolaan hasil panen, hingga pengembangan produk olahan berbasis aren yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Ke depan, komoditas aren diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga berkembang hingga menembus pasar nasional bahkan internasional.
"Harapan kami, masyarakat semakin memahami potensi tanaman aren. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di Purworejo, tetapi jika pengembangannya berhasil, komoditas ini dapat dipasarkan ke berbagai daerah bahkan memiliki peluang untuk diekspor," kata Pujiono.
Dengan diresmikannya Kampung Aren Keduren, diharapkan Desa Keduren dapat menjadi contoh pengembangan desa berbasis potensi lokal yang memadukan aspek ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
