![]() |
| PKB Perkuat Kaderisasi, 98 Peserta Ikuti Pendidikan Kader Penggerak Bangsa di Purworejo |
PURWOREJO — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus memperkuat kaderisasi internal melalui Pendidikan Kader Penggerak Bangsa (PKPB). Sebanyak 98 kader mengikuti PKPB angkatan ke-4 yang digelar Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) DPP PKB di Aula Pondok Pesantren Al-Faham, Baledono, Kabupaten Purworejo, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam tersebut tidak hanya diarahkan untuk menambah pengetahuan politik, tetapi juga membentuk kader yang memiliki pemahaman organisasi, integritas, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
PKPB angkatan ke-4 ini diinisiasi Anggota DPR RI Fraksi PKB daerah pemilihan Jawa Tengah VI, Abdullah. Peserta berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo dan mendapatkan pembekalan langsung dari sejumlah instruktur LKN DPP PKB.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran legislatif. Di antaranya perwakilan Kapolres dan Kajari Purworejo, H. Much Dahlan selaku Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo/Fraksi PKB, Budi Sunaryo selaku Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo/Fraksi PKB, Muhaimin selaku Ketua DPC PKB Kabupaten Purworejo sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, serta Rudi Hartono selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo/Fraksi PKB.
Sejumlah instruktur LKN DPP PKB juga hadir memberikan materi, antara lain KH Adnan Anwar, KH Zainul Rahman, KH Hariri Makmun, dan Fuad Fahmi.
Perwakilan LKN DPP PKB, Zaini Rahman, mengatakan kaderisasi merupakan bagian penting dalam membangun kekuatan organisasi. Menurutnya, kader partai tidak cukup hanya memiliki kemampuan politik, tetapi juga harus dibekali kemampuan berpikir, bertindak, serta memiliki integritas moral.
“Kompetensi itu ada tiga, pertama kompetensi berpikir, kemudian kompetensi bertindak, yang ketiga kompetensi moral atau integritas moral,” ujar Zaini.
Ia menjelaskan, materi dalam PKPB mencakup wawasan kebangsaan, ke-NU-an, organisasi, politik, hingga keterampilan membaca berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Zaini, pemahaman tersebut penting agar kader tidak memandang aktivitas politik sebatas kepentingan elektoral. Kader justru harus mampu menghubungkan perjuangan politik dengan kebutuhan masyarakat.
“Sehingga kader nantinya bisa menghubungkan perjuangan politik dengan kebutuhan masyarakat, termasuk kelompok-kelompok yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dalam ruang sosial,” jelasnya.
Selain itu, kader juga didorong memahami proses penyusunan dan dampak kebijakan publik. Dengan bekal tersebut, kader diharapkan mampu menjembatani kepentingan masyarakat dengan jalur politik maupun organisasi.
Ketua DPC PKB Kabupaten Purworejo, Muhaimin, mengatakan PKPB merupakan salah satu tahapan penting dalam proses kaderisasi partai. Berdasarkan data panitia, kegiatan tersebut diikuti 98 peserta.
“Forum ini menjadi wadah pemberian doktrinasi dan ideologisasi terkait muatan kepartaian sekaligus keterampilan teknis berorganisasi untuk menjadi penggerak di masyarakat,” ungkap Muhaimin.
Ia menyebut sebagian peserta merupakan kader yang sebelumnya telah terlibat dalam aktivitas politik pada Pemilu 2024. Karena itu, mereka dinilai perlu mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai, arah, dan tujuan perjuangan PKB.
Menurut Muhaimin, kader harus memahami alasan di balik setiap gerakan yang dilakukan. Dengan begitu, kader tidak hanya bergerak ketika menghadapi momentum politik tertentu.
“Kita ingin mereka memahami kenapa mereka bergerak, apa nilai yang dibawa, dan apa tujuan akhirnya. Jadi tidak hanya bergerak karena momentum politik,” katanya.
Muhaimin menambahkan, kader PKB berasal dari berbagai jalur rekrutmen. Meski demikian, seluruh kader memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat dan membesarkan Partai Kebangkitan Bangsa.
“PKB itu kadernya input-nya dari mana saja. Ada yang direkrut anggota fraksi kabupaten, provinsi maupun DPR RI. Tetapi muaranya satu, output-nya adalah Partai Kebangkitan Bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan kader agar memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan masing-masing. Kader diharapkan mampu hadir dan memberikan pendampingan kepada masyarakat tanpa harus menunggu datangnya tahun politik.
Sementara itu, Abdullah menyampaikan bahwa PKPB angkatan ke-4 merupakan bagian dari upaya konsolidasi sekaligus investasi sumber daya manusia bagi keberlanjutan organisasi.
Menurutnya, pendidikan kader tidak boleh berhenti hanya pada pelaksanaan kegiatan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta harus diterapkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
“Harapannya nanti ini bisa menyeluruh. Ini dimulai dari pendidikan kader penggerak, kemudian diharapkan bisa berlanjut sampai tingkat kecamatan,” ujarnya.
Abdullah berharap proses kaderisasi dapat terus dikembangkan hingga menjangkau struktur di tingkat bawah. Dengan demikian, keberadaan kader tidak hanya terlihat dalam kegiatan internal partai, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Setelah mendapatkan pendidikan ini, mereka tidak hanya selesai mengikuti kegiatan. Tetapi kemudian bisa mengimplementasikan apa yang didapat untuk bergerak dan memberikan manfaat di masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran unsur Forkopimda dalam pembukaan kegiatan. Menurut Abdullah, komunikasi lintas lembaga penting untuk membangun sinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Selama tiga hari dua malam, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan yang berkaitan dengan kebangsaan, ke-NU-an, organisasi, politik, kaderisasi, serta keterampilan menjadi penggerak di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, PKB berharap kader yang mengikuti pendidikan mampu membawa bekal yang diperoleh ke lingkungan masing-masing. Kader diharapkan tidak hanya memahami organisasi dan politik, tetapi juga mampu menjalankan peran sosial secara nyata.
Zaini menegaskan, ukuran keberhasilan kaderisasi bukan semata-mata dilihat dari seberapa aktif kader dalam kegiatan politik. Lebih dari itu, keberadaan kader harus memberikan manfaat dan mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Karena politik itu bukan hanya soal menang dalam pemilu. Ada nilai, ada perjuangan, dan ada kepentingan masyarakat yang harus diperjuangkan,” pungkasnya.
