PURWOREJO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purworejo menyiapkan program insentif bulanan bagi atlet yang berhasil meraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVII Jawa Tengah Tahun 2026.
Atlet Peraih Medali Porprov 2026 Bakal Dapat Insentif Selama Empat Tahun
Ketua KONI Kabupaten Purworejo, Muhamad Abdullah, mengatakan insentif tersebut direncanakan diberikan kepada atlet peraih medali emas, perak maupun perunggu selama empat tahun, terhitung mulai 2027. Besaran insentif nantinya akan dibedakan sesuai dengan medali yang diraih.
“Mulai tahun 2027, siapapun atlet dari cabang olahraga apapun yang memperoleh medali emas, perak, maupun perunggu akan kita berikan insentif bulanan selama empat tahun dengan nilai yang tentu berbeda antara emas, perak, dan perunggu,” kata Abdullah saat kegiatan Tes Fisik III dan Pembekalan Kontingen Porprov XVII 2026 di Pendopo Bupati Purworejo, Minggu (20/9/2026).
Menurut Abdullah, program tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap atlet berprestasi sekaligus upaya mempertahankan atlet potensial agar tetap membela Kabupaten Purworejo. Selama ini, kata dia, terdapat atlet Purworejo yang memilih pindah ke daerah lain karena mempertimbangkan apresiasi yang dinilai lebih menjanjikan.
“Pertimbangan pertama kenapa kemudian KONI berinisiatif untuk memberikan insentif kepada para atlet berprestasi, terutama yang memperoleh medali di Porprov tahun 2026 ini, karena kita melihat yang pertama, beberapa daerah lain sudah melakukan hal itu,” ujarnya.
Abdullah menambahkan, besaran nominal insentif saat ini masih dalam pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Purworejo. Penetapannya akan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Soal nominalnya berapa, ini sedang kita bicarakan dengan pemerintah daerah, menyesuaikan dengan kemampuan yang ada, karena sumber anggarannya adalah dari APBD yang diterimakan melalui hibah KONI,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas prestasi atlet, tetapi juga memberikan motivasi agar atlet terus meningkatkan kemampuan dan memberikan hasil terbaik bagi Purworejo.
“Harapannya dengan insentif yang akan kita berikan itu, satu, para atlet kita yang potensial kemudian tidak tergiur untuk pindah ke daerah lain. Kemudian yang kedua, sekaligus memotivasi, menyemangati para atlet agar mereka menciptakan prestasi terbaik,” ungkap Abdullah.
Menjelang pelaksanaan Porprov XVII 2026, Abdullah mengatakan KONI Purworejo masih terus melakukan pemetaan terhadap potensi prestasi masing-masing cabang olahraga. Pemetaan dilakukan dengan melihat kemampuan atlet Purworejo sekaligus hasil tryout dan kekuatan atlet dari daerah lain.
“Ini tryout-nya semuanya belum selesai. Banyak beberapa cabor yang baru satu kali tryout, padahal kita fasilitasi untuk melakukan dua kali tryout. Nanti kalau semua tryout-nya sudah selesai, baru kita kemudian punya gambaran yang lebih valid tentang berapa sebetulnya medali yang kita targetkan di Porprov 2026,” katanya.
Abdullah menyebut, saat ini jumlah kontingen yang telah didaftarkan mencapai 186 orang yang terdiri dari atlet dan official. Untuk jumlah atlet berada di kisaran 140-an orang.
Ia menegaskan evaluasi kesiapan atlet masih akan dilakukan hingga menjelang pelaksanaan Porprov. Hasil tes fisik yang dilaksanakan juga menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan kondisi para atlet.
“Sisa satu bulan ini adalah untuk mengejar fisiknya. Kemudian yang kedua, nanti di akhir kita akan melihat kesiapan seluruh atlet,” ujarnya.
Terkait kemungkinan perubahan komposisi kontingen, Abdullah menyebut hal tersebut masih terbuka. Selain faktor teknis, perubahan dapat terjadi karena persoalan administrasi maupun kondisi atlet menjelang keberangkatan.
“Kalau bicara kemungkinan masih bisa saja. Selain faktor teknis juga ada faktor non-teknis, misalkan soal administrasi,” pungkasnya.