![]() | ||
| Moncer di Semarang, Abdul Khalim Pemuda Asal Sekartejo Pituruh Juara 1 Kaligrafi MTQ Nasional XXXI |
SEMARANG – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh putra daerah asal Kecamatan Pituruh. Abdul Khalim, pemuda berbakat dari Desa Sekartejo Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, sukses mencatatkan namanya di panggung nasional setelah meraih Juara 1 pada cabang Kaligrafi Al-Qur'an Kontemporer Putra dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Ajang bergengsi tingkat nasional yang berlangsung pada 11 hingga 20 September 2026 di Kota Semarang ini menjadi saksi bisu keahlian dan keindahan karya seni goresan tangan pemuda asal Kabupaten Purworejo tersebut. Pada malam puncak penghargaan Sabtu malam (19/09/2026) Abdul Khalim berhasil menuju panggung penghargaan dengan penuh rasa bangga dan haru atas keberhasilannya.
Persaingan di cabang Kaligrafi Al-Qur'an Kontemporer Putra berlangsung sangat ketat dengan menghadirkan puluhan peserta terbaik dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Selama gelaran perlombaan dari tanggal 11 hingga 20 September di Semarang, para peserta dituntut untuk mengekspresikan ayat-ayat suci Al-Qur'an ke dalam bentuk seni visual modern yang penuh makna. Abdul Khalim berhasil tampil menonjol berkat kombinasi teknik pewarnaan yang matang, kerapian penulisan khat, serta keberanian membawa ide visual yang segar di hadapan dewan juri.
![]() |
| Karya Juara I Cabang Kaligrafi Kontemporer Putra MTQ Nasional Tahun 2026 |
Dalam kompetisi tahun ini, Abdul Khalim secara khusus mengusung konsep gaya kaligrafi golongan kontemporer yang memadukan keindahan seni lukis modern tanpa menghilangkan kaidah dasar penulisan ayat Al-Qur'an. Pilihan visual tersebut terbukti ampuh memikat perhatian para juri hingga membawanya ke puncak podium. Ketika ditanya mengenai alasannya memilih gaya seni tersebut, ia mengungkapkan pendekatan estetik yang melatarbelakanginya. "Karena bagi saya konsep ini unik dan cukup mencuri perhatian di dalam perlombaan," paparnya.
Keberhasilan meraih posisi tertinggi di ajang sekelas MTQ Nasional tentu menjadi pencapaian luar biasa yang tidak hanya mengharumkan nama pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa kebanggaan besar bagi masyarakat Desa Sekartejo serta Kecamatan Pituruh secara luas. Kerja keras dan latihan intensif yang ia jalani selama berbulan-bulan akhirnya terbayar tuntas saat namanya diumumkan sebagai yang terbaik dalam malam penganugerahan pemenang.
Rasa syukur dan haru pun tidak mampu disembunyikan oleh Abdul Khalim usai menerima penghargaan atas pencapaian besarnya tersebut. Selain membawa pulang piala kemenangan, ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga selama berkumpul dengan para seniman kaligrafi dari seluruh penjuru tanah air. "Pastinya bahagia karena dapat pengalaman serta kawan dan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya," ujarnya kepada tim Pituruhnews.

