![]() |
| HSN 2026, MWCNU Kemiri Ziarah ke Makam Ulama dan Auliya di Purworejo |
PURWOREJO – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum bagi Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kemiri untuk kembali mengenang jasa dan perjuangan para ulama yang telah meletakkan dasar kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Momentum tersebut diisi dengan kegiatan ziarah ke sejumlah makam ulama dan auliya di Kabupaten Purworejo. Dalam kesempatan itu, perwakilan MWCNU Kemiri yang terdiri atas Wakil Katib, pengurus bidang pendidikan, madrasah dan pondok pesantren, serta bidang dakwah, menyempatkan diri berziarah ke makam Tuan Guru KHR Mas Manshur Muhyidin Ar-Rofi'i di Loning, Kecamatan Kemiri.
Ziarah tidak hanya dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah wafat. Bagi jajaran MWCNU Kemiri, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu, terutama dalam menjaga ajaran Islam, mengembangkan pendidikan, serta memberikan pengabdian kepada masyarakat.
Di tengah peringatan HSN, tradisi ziarah juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antar-pengurus sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan khidmah di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Dari sosok dan perjalanan para ulama yang diziarahi, para pengurus berharap dapat mengambil ibrah dan keteladanan. Keikhlasan dalam mengabdi, ketekunan dalam menuntut dan mengajarkan ilmu, serta kepedulian terhadap umat menjadi nilai yang dinilai tetap relevan untuk diteruskan oleh generasi saat ini.
Khusus bagi jajaran yang bergerak di bidang pendidikan, madrasah dan pondok pesantren, semangat tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun generasi tidak berhenti pada kegiatan belajar mengajar. Pendidikan juga membutuhkan keteladanan, pengabdian dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Kegiatan ziarah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di lingkungan MWCNU Kemiri. Semangat para ulama dan pendahulu diharapkan dapat menjadi pijakan bagi para pengurus dan pegiat pendidikan untuk terus berkhidmah bagi agama, masyarakat, bangsa, serta Nahdlatul Ulama.
Peringatan HSN 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Lebih dari itu, HSN menjadi momentum untuk kembali mengingat perjalanan panjang santri, ulama, madrasah dan pesantren dalam membangun kehidupan keagamaan serta pendidikan di Indonesia.
Melalui ziarah dan penghayatan terhadap perjuangan para ulama, semangat yang ingin terus dijaga adalah bagaimana generasi hari ini mampu melanjutkan perjuangan tersebut dalam bentuk khidmah yang nyata di tengah masyarakat.
