![]() |
| Festival Gejog Lesung Tersidilor Resmi Dibuka, 15 Kelompok Seni dan Puluhan UMKM Meriahkan Tersidilor |
Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri Camat Pituruh Dwi Cahyono Hadi Saputro, jajaran Forkopimcam Pituruh, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Amir Masduki, Ketua Panitia H. Shokhibal Untung, serta para kepala desa dan perangkat Desa TersidiLor.
Dalam sambutannya, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia, pemerintah desa, pelaku seni, serta masyarakat yang telah berkolaborasi menyelenggarakan festival tersebut.
Menurutnya, Festival Gejog Lesung bukan sekadar kegiatan hiburan, melainkan menjadi ruang penting untuk menjaga, merawat, dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.
Ia berharap tradisi gejog lesung yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat agraris dapat terus diwariskan dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
"Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin memastikan bahwa kesenian dan tradisi warisan leluhur tetap hidup di tengah masyarakat. Generasi muda harus mengenal, mencintai, dan turut melestarikan budaya daerahnya sendiri," ungkapnya.
Yuli Hastuti juga mengapresiasi keterlibatan pelaku UMKM dalam festival tersebut. Menurutnya, kegiatan kebudayaan yang dikemas dengan melibatkan sektor ekonomi kreatif dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam memperkenalkan produk unggulan lokal dan memperluas peluang pemasaran.
Ia berharap Festival Gejog Lesung dapat menjadi agenda budaya yang berkelanjutan serta mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai wilayah untuk berkunjung ke Purworejo.
Sementara itu, Ketua Panitia Shokhibal Untung, menyampaikan bahwa festival ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam melestarikan budaya lokal agar tetap dikenal dan dicintai generasi penerus.
Festival tahun ini diikuti sebanyak 15 kelompok seni gejog lesung dari Kecamatan Pituruh dan berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo. Selain penampilan gejug lesung, kemeriahan acara juga diisi pertunjukan seni Ndolalak oleh siswa SD Negeri Tersidi Lor serta Kuda Kepang Among Mitro dari Desa Dlisen Wetan.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Amir Masduki, turut menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari hadirnya puluhan stan UMKM yang berasal dari kawasan lokal Pituruh maupun luar daerah. Berbagai produk kuliner dan kerajinan ditampilkan untuk menarik perhatian para pengunjung.
Festival Gejog Lesung Tersidilor diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi tuntunan bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga identitas budaya. Perpaduan seni tradisional, partisipasi masyarakat, dan geliat UMKM menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kerakyatan.
