Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image Image

Jejak Ilmu 2026, Santri Darul Arqom Telusuri Sejarah Muhammadiyah Kauman dan Eksplorasi Sains di UAD

Kamis, 05 November 2026 | 08:41 WIB Last Updated 2026-11-05T01:41:14Z

 

Jejak Ilmu 2026, Santri Darul Arqom Telusuri Sejarah Muhammadiyah Kauman dan Eksplorasi Sains di UAD
YOGYAKARTA – Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan bersama SMP Muhammadiyah Jono Bayan, Purworejo, menggelar kegiatan Jejak Ilmu 2026 dengan mengunjungi Laboratorium Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan menelusuri sejarah Muhammadiyah di Kampung Kauman, Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).


Mengusung tema “Meneladani Perjuangan KH Ahmad Dahlan, Mengeksplorasi Sains Teknologi, Membangun Generasi Berkemajuan”, kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran luar kelas atau outing class untuk memperluas wawasan dan pengalaman belajar para santri.


Kegiatan yang diikuti santri kelas VII, VIII, dan IX SMP Muhammadiyah Jono tersebut didampingi para ustaz, ustazah, serta guru pendamping. Melalui kunjungan ini, peserta diajak mengenal perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus memahami sejarah perjuangan Muhammadiyah secara langsung.


Rangkaian kegiatan dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Laboratorium Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD Kampus 4 serta Kampung Kauman, Yogyakarta, yang dikenal sebagai tempat lahirnya Persyarikatan Muhammadiyah.


Direktur Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan, Dr. (CAND) Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, S.Th.I., MIRKH, mengatakan Jejak Ilmu merupakan bagian dari upaya pesantren dalam memberikan pengalaman pendidikan yang lebih luas kepada para santri.


“Agenda ini merupakan bagian pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Darul Arqom dan SMP Muhammadiyah Jono. Besar harapan kami, melalui program Studi Kemuhammadiyahan dan Praktikum Sains ini, para santri dapat membuka wawasan, khususnya dalam meneladani jejak langkah perjuangan pendiri Muhammadiyah sekaligus memiliki angan yang tinggi untuk masa depan mereka, terutama dalam dunia sains,” ungkapnya.


Ia berharap para santri tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mengembangkan kemampuan intelektual dan penguasaan ilmu pengetahuan. Hal tersebut sejalan dengan cita-cita pendidikan Muhammadiyah untuk melahirkan generasi yang mampu memadukan keilmuan agama dan ilmu pengetahuan umum.


Eksplorasi Sains di Laboratorium Pendidikan Fisika UAD


Rangkaian Jejak Ilmu 2026 diawali dengan kunjungan ke Laboratorium Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UAD yang berada di lantai 5 Gedung Kampus 4 UAD Yogyakarta.


Di lokasi tersebut, para santri berkesempatan mengenal lingkungan perguruan tinggi, melihat berbagai perangkat laboratorium, serta mempelajari penerapan konsep fisika melalui pengamatan dan praktik secara langsung.


Kegiatan diawali dengan pengenalan laboratorium dan penjelasan mengenai fungsi sejumlah alat peraga serta perangkat praktikum. Para peserta mendapatkan pendampingan dari Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, kepala laboran, dan mahasiswa asisten.


Pembelajaran dikemas secara interaktif melalui program fun physics atau permainan ilmiah. Dengan metode tersebut, para santri tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas yang membantu mereka memahami konsep fisika secara lebih konkret.


Materi yang diperkenalkan meliputi fenomena cahaya, optik, gelombang, listrik dinamis, gerak, dan gaya. Para santri didorong untuk mengamati, mencoba peralatan, mengajukan pertanyaan, serta memahami penerapan konsep-konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


Ketua Program Studi Pendidikan Fisika UAD Yogyakarta, Eko Nursulistiyo, M.Pd., menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berharap pengalaman belajar di laboratorium dapat meningkatkan ketertarikan peserta didik terhadap ilmu fisika.


“Saya berharap program Jejak Ilmu PPDA 2026 yang dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Fisika UAD itu membuat siswa-siswi makin senang belajar fisika. Tadi masih ingin belajar dan masih ingin mencoba alat-alat yang lainnya lagi,” tuturnya.


Menurut Eko, kegiatan pembelajaran melalui praktik langsung perlu terus dikembangkan agar peserta didik memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal sains. Ia juga mengingatkan bahwa ilmu agama dan ilmu pengetahuan bukan dua hal yang harus dipisahkan.


“Ke depan, kami berharap banyak aktivitas semacam itu. Tidak hanya agamanya yang bagus, tetapi juga dari sisi keilmuannya bagus. Ilmu dan agama ini sebenarnya tidak terpisahkan, keduanya saling bersinergi,” jelasnya.


Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak peserta didik. Menurutnya, masih banyak fasilitas dan aktivitas pembelajaran di Program Studi Pendidikan Fisika UAD yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan sains kepada para santri.


Kunjungan laboratorium ini sekaligus membuka peluang kerja sama pendidikan antara Pondok Pesantren Darul Arqom dan UAD. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi kedua lembaga.


Menelusuri Sejarah Muhammadiyah di Kampung Kauman


Setelah mengikuti eksplorasi sains di UAD, rombongan melanjutkan kegiatan ke Kampung Kauman, Yogyakarta. Di kawasan ini, para santri diajak mengenal lebih dekat sejarah perjuangan KH Ahmad Dahlan dan perkembangan awal Persyarikatan Muhammadiyah.


Kauman memiliki kedudukan penting dalam sejarah Muhammadiyah. Di kawasan inilah KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah pada 18 November 1912. Dari lingkungan tersebut, lahir gerakan pembaruan Islam yang kemudian berkembang dan memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat.


Bagi para santri yang menempuh pendidikan di lingkungan Muhammadiyah, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memahami secara langsung tempat-tempat yang berkaitan dengan perjalanan sejarah persyarikatan.


Melalui penelusuran kawasan Kauman, peserta diajak mengenal dinamika dakwah pada masa awal berdirinya Muhammadiyah serta nilai-nilai perjuangan yang diwariskan KH Ahmad Dahlan.


Salah satu hal penting yang dipelajari adalah semangat pembaruan atau tajdid yang menjadi karakter gerakan Muhammadiyah. KH Ahmad Dahlan tidak hanya mendorong penguatan pemahaman keagamaan, tetapi juga mengembangkan pendidikan yang memadukan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum.


Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun umat Islam yang memiliki pemahaman agama kuat sekaligus mampu menjawab berbagai persoalan kehidupan.


Para santri juga diperkenalkan dengan peran tokoh-tokoh yang turut mengembangkan Muhammadiyah, baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan. Sejarah tersebut menunjukkan bahwa perkembangan persyarikatan merupakan hasil perjuangan panjang berbagai generasi.


Melalui kunjungan ke Kauman, para peserta diharapkan dapat memahami bahwa lembaga pendidikan Muhammadiyah yang berkembang hingga saat ini merupakan bagian dari perjuangan para pendahulu yang perlu dilanjutkan oleh generasi muda.


Membangun Generasi Unggul dan Berkemajuan


Kepala SMP Muhammadiyah Jono Bayan Purworejo, Erlinda Windiastranti, M.Pd., menjelaskan bahwa Jejak Ilmu 2026 dirancang sebagai pembelajaran luar kelas yang mengintegrasikan sains, teknologi, dan pendidikan Kemuhammadiyahan.


Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menumbuhkan minat peserta didik terhadap sains dan teknologi melalui praktik langsung di laboratorium. Kedua, mengenalkan sejarah perjuangan KH Ahmad Dahlan melalui kunjungan ke kawasan bersejarah Muhammadiyah. Ketiga, membangun generasi yang unggul sekaligus memiliki komitmen terhadap persyarikatan.


“Kegiatan outing class ini berkaitan dengan tema sains dan pendidikan Kemuhammadiyahan. Anak-anak akan mengunjungi Laboratorium Fisika UAD, menelusuri jejak sejarah KH Ahmad Dahlan, serta mendapatkan pengalaman edukatif melalui kegiatan kunjungan lainnya,” jelasnya.


Untuk mendukung proses pembelajaran, panitia juga menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai panduan observasi dan penyusunan laporan. Dengan demikian, para santri tidak hanya mengikuti perjalanan, tetapi juga diarahkan untuk mencatat informasi, mengidentifikasi pengetahuan baru, dan menyusun hasil pengamatan secara sistematis.


Erlinda berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik sekaligus memperkuat karakter mereka sebagai generasi yang memiliki semangat belajar, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, dan komitmen terhadap nilai-nilai Kemuhammadiyahan.


Ditutup dengan Kegiatan Edukatif dan Rekreatif


Setelah menyelesaikan kegiatan di laboratorium dan Kampung Kauman, rombongan melanjutkan perjalanan menuju IBARBO Park di kawasan Jalan Magelang–Yogyakarta.


Kunjungan ini menjadi bagian dari kegiatan penutup sekaligus memberikan kesempatan kepada para santri untuk menikmati suasana rekreasi bersama. Di lokasi tersebut, peserta dapat mengenal beragam jenis satwa yang berada di kawasan aviari serta menikmati sejumlah wahana dan fasilitas hiburan.


Selain menjadi sarana penyegaran setelah mengikuti kegiatan edukatif, agenda ini juga dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan antara santri, guru, dan para pendamping.


Ketua Panitia Jejak Ilmu 2026, Akhmad Maulidin Musdani, menjelaskan bahwa kegiatan Studi Kemuhammadiyahan di Kauman telah dilaksanakan untuk kedua kalinya. Sebelumnya, program serupa digelar pada 2024 dengan memadukan studi sejarah dan budaya melalui kunjungan ke Museum Sonobudoyo.


Pada pelaksanaan tahun ini, konsep kegiatan dikembangkan dengan menambahkan agenda eksplorasi sains bersama Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UAD Yogyakarta.


“Program Studi Kemuhammadiyahan di Kauman Yogyakarta ini telah dilaksanakan untuk kedua kalinya. Jika pada 2024 kegiatan disandingkan dengan studi budaya melalui eksplorasi Museum Sonobudoyo, tahun ini kami mengembangkan kegiatan dengan belajar sains bersama Program Studi Pendidikan Fisika UAD Yogyakarta,” ungkap Akhmad.


Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga para santri memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam, baik dalam bidang keagamaan, sejarah, maupun ilmu pengetahuan.


Melalui Jejak Ilmu 2026, Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan bersama SMP Muhammadiyah Jono berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan wawasan peserta didik.


Dari Kauman, para santri belajar tentang keteladanan KH Ahmad Dahlan dan semangat pembaruan. Sementara dari laboratorium UAD, mereka mendapatkan pengalaman bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dipelajari melalui rasa ingin tahu, keberanian mencoba, serta kesungguhan dalam melakukan pengamatan.


Kedua pengalaman tersebut menjadi bekal untuk membangun generasi yang memiliki landasan keimanan kuat, wawasan luas, serta kemampuan menghadapi perkembangan zaman.


Semangat meneladani perjuangan pendahulu dan terus mengembangkan ilmu pengetahuan inilah yang diharapkan tumbuh dalam diri para santri sebagai generasi penerus Muhammadiyah yang berkemajuan.

Pituruh News
Akurat, Bermartabat dan Bermanfaat
Kunjungi Google News
Berita Terbaru
Memuat berita terbaru...

Ikuti Pituruh News

Temukan informasi terbaru Pituruh News di media sosial

◎
Instagram
@pituruhnews
19K+ Followers
Ikuti Instagram
Data terpantau terbaru
f
Facebook
Pituruh News
25,4K+ Likes
Kunjungi Facebook
Data likes halaman
♪
TikTok
@pituruhnews
Follow Media Sosial
Ikuti TikTok
Cek jumlah follower di TikTok
▶
YouTube
Pituruh News
Subscribe Channel YouTube
Subscribe YouTube
Cek jumlah subscriber terbaru

PITURUH NEWS

AKURAT, BERMARTABAT dan BERMANFAAT
Portal berita lokal yang menyajikan informasi terbaru, aktual dan terpercaya seputar Pituruh, Purworejo dan sekitarnya.
EST. 8 MARET 2017
Pituruh News
Aplikasi Pituruh News
Download aplikasi resmi Pituruh News untuk mendapatkan berita terbaru Purworejo dan sekitarnya dengan lebih mudah langsung dari perangkat Android Anda.
📲 DOWNLOAD APLIKASI
Aplikasi Android • Pituruh News
Ikuti Pituruh News
Pituruh News • Portal Berita Lokal Purworejo
Akurat, Bermartabat dan Bermanfaat
×
Berita Terbaru Update