PURWOREJO – Ribuan alumni SMP Negeri 2 Purworejo yang tergabung dalam keluarga besar Kejora (Keluarga Alumni SMP Negeri 2 Purworejo) berkumpul dalam Reuni Akbar Tahun 2026, Sabtu (7/11/2026). Mengusung tema “Menyatu untuk Kejora”, kegiatan yang berlangsung di halaman SMPN 2 Purworejo tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Lustrum XVI atau 80 tahun berdirinya sekolah.
Reuni Akbar Meriahkan Puncak Lustrum XVI SMPN 2 Purworejo, Pongki Barata Hibur Ribuan Alumni
Suasana reuni semakin meriah dengan kehadiran Pongki Barata, vokalis yang pernah bergabung dengan grup musik Jikustik. Dalam kesempatan tersebut, Pongki membawakan tujuh lagu populer yang mengajak para alumni bernostalgia, yakni Seribu Tahun Lamanya, Maaf, Setia, Selamat Malam Dunia, Untuk Dikenang, Pandangi Langit Malam Ini, serta Saat Kau Tak Disini (SKTD).
Penampilan Pongki diiringi Band Tyo & Friends yang dikomandoi KRAT Setyo Prihandono. Selain menjadi band pengiring, Tyo & Friends juga membawakan sejumlah lagu populer milik Dewa 19, Reza Artamevia, Mulan Jameela, Nike Ardilla, hingga lagu mancanegara dari Chicago dan Toto.
Tak hanya hiburan musik, reuni akbar ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan tari dari siswa maupun alumni SMPN 2 Purworejo. Kehadiran berbagai generasi alumni menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang pertemuan lintas angkatan untuk kembali menjalin keakraban dan mengenang masa-masa sekolah.
Kepala SMPN 2 Purworejo, Prastowo Widagdo, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh panitia serta alumni yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, penyelenggaraan reuni akbar dengan persiapan sekitar dua bulan merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak. Ia mengaku bangga melihat dukungan alumni yang turut menghadirkan panggung dan tata suara megah di lingkungan sekolah.
“Kalau kita mau berkolaborasi, kegiatan yang berat sekalipun bisa menjadi ringan. Kalau hanya mengandalkan sekolah, tentu tidak bisa seperti ini. Alumni dan seluruh pemangku kepentingan sekolah harus berperan dengan baik,” ungkapnya.
Prastowo juga menyebut para alumni sebagai aset berharga sekolah atau human capital yang dapat diberdayakan untuk mendukung kemajuan pendidikan. Ia berharap reuni tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan bernostalgia, tetapi juga membuka ruang komunikasi, kolaborasi, serta kepedulian sosial antargenerasi alumni.
Ia turut mengajak seluruh keluarga besar Kejora untuk terus menjaga nama baik almamater dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Semoga Kejora selalu bersinar dan bermanfaat bagi Indonesia. SMPN 2 Purworejo harus tetap berprestasi, tinggi menjulang dan cemerlang,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh keluarga besar alumni Kejora atas terselenggaranya reuni akbar tersebut.
Menurutnya, reuni dengan tema “Menyatu untuk Kejora” menjadi momentum istimewa untuk mempertemukan kembali alumni dari berbagai generasi sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan dengan almamater.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang bernostalgia, tetapi juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi, membangun jejaring, serta saling mendukung dalam berbagai bidang.
“Mari kita jadikan kebersamaan ini sebagai kekuatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan SMP Negeri 2 Purworejo sekaligus pembangunan Kabupaten Purworejo,” pesannya.
Bupati juga menegaskan bahwa Kejora bukan hanya menjadi kebanggaan masa lalu, melainkan dapat menjadi kekuatan untuk membangun masa depan melalui kontribusi para alumninya.
Reuni akbar ini diikuti alumni dari berbagai angkatan, mulai tahun 1967 hingga generasi terbaru. Pertemuan lintas generasi tersebut menjadi bagian penting dari perayaan 80 tahun SMPN 2 Purworejo yang diharapkan mampu memperkuat hubungan antara sekolah dan para alumninya.
Melalui semangat “Menyatu untuk Kejora”, keluarga besar SMPN 2 Purworejo diharapkan terus menjaga persaudaraan, merawat kebersamaan, dan memberikan manfaat bagi almamater maupun masyarakat luas.