Notification

×

Iklan


Merti Desa Pamriyan 5000 Ayam Ingkung, Menjadi Daya Tarik Karena Menghabiskan Kurang Lebih 750 Juta.

Wednesday, 18 July 2018 | 21:24 WIB Last Updated 2018-07-18T14:24:01Z

PAMRIYAN, (pituruhnews.com) Sebagai wujud rasa syukur terhadap hasil panen yang melimpah. Desa Pamriyan Kecamatan Pituruh menyelenggarakan Acara Merti Desa dengan mempersembahkan 5000 ingkung atau ayam panggang. Rabu, 18/07/2018.

Acara merti desa ini merupakan agenda tahunan yang selenggarakan setiap tiga tahun sekali. Namun merti desa ini sudah terselenggarakan ratusan tahun yang lalu. dengan menyajikan 5000 ayam panggang dan masih ada ritual khusus.

Merti Desa Pamriyan menjadikan daya tarik di dunia wisata. Desa Pamriyan menggelar acara tersebut dengan melakukan ritual khusus menyembelih ayam hingga 5000 ekor, dan tidak hanya Desa Pamriyan saja yang menggelar acara ini. Dengan diadakan tiga tahun sekali secara bergantian dari desa satu ke desa yang lain, diantaranya meliputi Desa Wonosido, Gunung Condong, Kemranggen dan Desa Karanggedang Bruno.


Ancak (ambeng) sebelum dibagikan kepada tamu undangan (foto Luthfi)

Hebatnya Tasyakuran Merti Desa di Desa Pamriyan Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, bisa dibilang paling meriah dan unik.  Merti desa adalah tasyakuran panen yang dilakukan oleh seluruh masyarakat dengan mengadakan acara-acara yang menakjubkan guna untuk bersyukur kepada Allah atas rezki yang telah diberikan pada masyarakat Desa Pamriyan. Diantaranya tayuban dan persembahan sesaji pada leluhurnya.

Selain tidak hanya ayam panggang yang di sajikan, warga yang ikut dalam acara ini juga memberikan hasil panennya. dan juga membuat ancak (ambeng) yang dibentuk segi empat ukuran 2 x 3 meter, atau 3 x 3 meter . Biayanya disangga oleh  7-10 kepala keluarga per kelompoknya yang suka rela membuat ancak sebagai persembahan rasa syukur  kepada Allah Yang Maha Esa" ungkap Budi.

 Foto Muspika Kecamatan Pituruh Saat Berdoa dengan Khusuk (foto Luthfi)

"Disetiap isi ancak yang terbuat dari bambu kurang lebih ada 50 ingkung atau ayam panggang, yaitu ada tumpeng, ratusan panggang ayam kampung, jenang, wajik, ketan, telur, buah-buahan, rokok, bahkan ada yang mengisi Uang ratusan, dan lain-lain.

Isi dari ambeng yang di sajikan kepada tamu undangan dari luar Desa Pamriyan. Selain, itu ketika masyarakat Desa Pamriyan melaksanakan merti desa, masyarakat dari luar pun berbondong-bondong untuk menghormati dan mengepung Ambeng  Merti Desa tersebut' Jelasnya Budi Susilo.

Biaya yang dikeluarkan disetiap ancak (ambeng) ini kurang lebih sekitar 20 Juta. yang total ada 47 Ancak (ambeng). ayam panggang yang tertata rapi seperti wayang yang total kurang lebih 5000 ekor ayam yang menghabiskan biaya kurang lebih 750 juta. jika setiap ayam panggang ini dengan harga Rp.150.000. Jelasnya.

Foto Bersama Bupati, Wakil Bupati, Camat Pituruh, dan Kepala Disparbud Purworejo (Foto Lutfi)
 
Acara Ini Juga di hadiri oleh Bupati Purworejo H. Agus Bastian SE, MM, beserta Wakil Bupati Yuli Hastuti, Kapolres Purworejo Akbp Teguh Tri Prasetya Sik, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo,AP, Camat Pituruh Ibu SIti Choiriyah, Kapolsek Pituruh AKP Junani Jumantoro, Danramil Kapten Inf Ariyadi, Kepala Desa Pamriyan Budi Susilo, dan juga masyarakat Desa Pamriyan maupun Luar Pamriyan.

"Menurut Budi Suliso, Ada keyakinan bagi warga Pamriyan, semakin kita iklas dengan besaran biaya yang dikeluarkan untuk slametan  desa, dan semakin banyak orang yang mendatangi untuk kenduri bersama, maka akan semakin besar rejekinya.

Bupati Agus Bastian, didamping Camat Pituruh Siti Choiriyah,  menganggap bahwa acara tradisi yang sudah ratusan tahun ini, bakal menjadi agenda wisata yang unik. Bupati akan berusaha lebih memberdayakan Desa Pamriyan menjadi Desa tujuan wisata. 

" Ini harus lebih diberdayakan, supaya jadi destinasi wisata desa " kata Bupati.
Sedang akses jalan menuju Desa Pamriyan lumayan cukup jauh dari pusat Kecamatan Pituruh kurang lebih 20 KM yang terkendala yang sebagian jalan ada yang rusak. Bupati akan segera memikirkan untuk  segera teratasi.  
 
Pembagian Pala Bergilir Oleh Bupati Purworejo H. Agus Bastian SE, MM (foto Lutfi)
 
Selain itu acara ini juga diperlombakan dari 47 ancak (ambeng) dengan penilaianmulai dari keunikan maupun kekreatifitas dalam penataan ingkung atau ayam panggang yang ditata di ancak.
 
Bagi para tamu undangan biasanya mendapatkan 2 ekor ayam panggang / ingkung beserta hasil bumi dan jajanan pasar, pembagian dilakukan oleh panitia secara tertib, sehingga tidak berebut karena hanya tamu yang membawa undangan atau kupon yang bisa mendapatkan bagian dari ambeng / ancak tersebut. 
 
Untuk undangan umum hanya mengundang masyarakat desa sekitar yang desanya juga melaksanakan tradisi tersebut, sedangkan undangan khusus meliputi Pejabat Pemerintah dan dinas terkait tingkat Kecamatan sampai tingkat Kabupaten. Untuk isi dari ambeng atau ancak selain ayam panggang dang ingkung ayam biasanya berupa hasil bumi setempat serta jajanan pasar. tuturnya

Pada bulan Agustus mendatang giliran Desa Gunung Condong Bruno yang akan melaksanakan acara Merti Desa, kemudian Desa Kemranggen Bruno akan diadakan pada bulan November mendatang, disusul Desa Karanggedang yang akan diadakan pada tahun depan 2019. Begitu seterusnya dan dilaksanakan secara bergilir setiap tiga tahun sekalin ( S.Tirtasujana-Ltf).

Iklan

×
Berita Terbaru Update