Dua Tim SMA N 10 Purworejo Ikuti Napak Tilas Perjuangan para Tentara Pelajar

Advertisement
Siswa SMA N 10 Purworejo mengikuti Napak Tilas di Wareng / Foto Bay
PURWOREJO, (pituruhnews.com)-- Masih dalam momentum peringatan hari pahlawan, ribuan orang mengikuti napak tilas, mengenang perjuangan para tentara pelajar yang turut serta berperan mewujudkan kemerdekaan indonesia. Long march dimulai dari depan makam pahlawan Desa Wareng Kecamatan Butuh dan berakhir di alun-alun Purworejo, Minggu, 11 November 2018.

Peserta sebagian besar terdiri dari para pelajar se-Kabupaten Purworejo. Dari Kecamatan Pituruh turut serta perwakilan dari siswa SMAN 10 Purworejo sebanyak 20 orang  yang terbagi menjadi 2 tim. Selain itu turut pula Dra. Sri Mulyani, Bagas Hanung, S. Pd. , dan Hermawanto, S.Pd. selaku guru pengampu. Sebelum melakukan longmarch para peserta melakukan registrasi di Balai Desa Wareng.  Para peserta berjalan  sejauh kurang lebih 20 kilometer menyusuri rute yang dahulu digunakan para tentara pelajar bergerilya berperang meraih kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.
Foto bersama siswa SMA N 10 Purworejo / Foto Bay
Berbagai kostum unik dikenakan para peserta, ada yang mengenakan pakaian adat jawa hingga mengenakan kostum khas para pejuang lengkap dengan bambu runcingnya.

"Senang dan bangga bisa ikut berartisipasi dalam acara napak tilas ini. Walaupun terasa sangat melelahkan karena harus berjalan sangat jauh, namun dengan kegiatan ini jadi ikut merasakan bagaiman perjuangan para pahlawan dan menambah wawasan jika di Purworejo banyak pahlawan nasional" ujar Andi (17) salah satu peserta longmarch dari SMAN 10 Purworejo yang dihubungi crew pituruhnews.com

Tak hanya peserta yang antusias mengikuti napak tilas ini, warga yang kebetulan berada di rute napak tilas juga antusias menyambut rombongan. Mereka menyediakan makanan bagi para peserta yang kelelahan, ada pula yang menampilkan pentas tarian khas Kabupaten Purworejo yakni tari Ndolalak.
Foto bersama pengampu sekolah / Foto Bay
Kegiatan long march ini diharap bisa menggelorakan semangat kebangsaan khususnya kepada pelajar dan menjadikan para tentara pelajar sebagai contoh bagaimana pemuda rela mengorbankan jiwa dan raga demi kepentingan bangsa dan negara.

Usai long march dilakukan pula deklarasi Kabupaten Purworejo sebagai Kota Pejuang. Hal ini tak lepas dari banyaknya pejuang yang lahir dari Purworejo. Pejuang tersebut antara lain Kasman Singodimedjo , W.R. Soepratman, Sarwho Edi Wibowo, Urip Sumohardjo, Achmad Yani dan lain sebagainya.

Selain itu, ada pula pameran alutista milik batalyo mekanik rider 412 yang bermarkas di Purworejo dan juga pameran lukisan tokoh-tokoh nasional yang berasal dari kabupaten Purworejo.

Salah satu siswa SMA N 10 Purworejo, Andi Pamungkas mengatakan merasa sangat senang telah mengikuti kegiatan long march ini, saya setuju dan bangga atas adanya kegiatan long march ini karena kegiatan ini merupakan kegiatan memperingati hari pahlawan, kita mengenang para pahlawan yg telah gugur.

"Walaupun tubuh sangat lelah setelah menempuh perjalanan 20 km dengan berjalan kaki, tetapi hati saya merasa bangga atas perjuangan para pahlawan-pahlawan terdahulu yg telah berjuang demi negara ini, yaitu Negara Indonesia. Dimana pahlawan-pahlawan terdahulu juga berjalan ribuan kilo demi memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia" Ujarnya.

Penulis : Bayun 
Editor : ALK
Baca Juga
Advertisement
Advertisement