Notification

×

Iklan

Cetak Generasi Cinta Budaya, SMK Pansa Kutoarjo Ajarkan Siswa Membatik

Jumat, 22 November 2019 | 13:05 WIB Last Updated 2019-11-22T06:05:02Z
KUTOARJO, (pituruhnews.com) - Sebanyak 73 siswa SMK Pancasila 1 (Pansa) Kutoarjo Kabupaten Purworejo, mengikuti program Pansa Membatik, Sabtu (16/11). Kegiatan itu merupakan usaha sekolah membangun karakter siswa.

Puluhan siswa itu unjuk kreativitas menorehkan canting pada selembar kain mori di halaman sekolah. "Kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di sekolah dan kami memilih batik tulis sebagai sarana membangun karakter anak," kata guru seni budaya SMK Pansa Kutoarjo, Minggir Junaedi, Kamis siang, 22/11/2019.

Menurutnya, membatik tulis dipilih karena ada banyak karakter baik yang diajarkan dalam seni itu. Membatik mengajarkan siswa diajak untuk tekun, disiplin, kreatif dan sabar.
Selain itu, batik tulis juga merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Batik tulis, katanya, harus dilestarikan mengingat adanya ancaman semakin berkurangnya jumlah perajinnya.
siswa membatik
"Mereka diajari hingga bisa, memang tidak mudah, namun, pelan-pelan kita belajar bersama melestarikan warisan budaya bangsa, sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap tanah air," tuturnya.

Kepala SMK Pansa Kutoarjo Kapti Linggapury mengemukakan, sekolah memiliki tanggung jawab untuk mendidik kompetensi akademik dan kemampuan nonakademik anak. Selain memiliki kompetensi keahlian, katanya, lulusan Pansa harus memiliki karakter dan sikap yang baik. 

Menurutnya, ada banyak tantangan dalam mendidik anak pada masa modern seperti saat ini. Majunya teknologi, lanjutnya, membuat berbagai informasi sangat mudah diakses. "Informasi itu ada yang baik dan buruk. Tentu informasi yang tidak sesuai dengan budaya bangsa harus dibendung, salah satu caranya dengan memperbanyak kegiatan positif," terangnya.
siswa membatik
Dikatakan, sekolah juga bertujuan memberi bekal keterampilan kewirausahaan kepada siswa. "Harapannya kelak akan muncul seniman batik atau siswa yang mampu memproduksi berbagai produk, lalu bisa memasarkan sehingga menggerakkan perekonomian lingkungan," tegasnya.

Keterampilan membatik, katanya, masuk dalam mata pelajaraan (mapel) seni budaya, serta mapel produk kreatif dan kewirausahaan. Pembelajaran, katanya, akan dilaksanakan secara kontinyu dan berlangsung sepanjang tahun.

Iklan

×
Berita Terbaru Update