Notification

×

Iklan


 

Langka di Pasaran, Harga Bawang Bombay Bombastis

Thursday, 19 March 2020 | 19:02 WIB Last Updated 2020-03-19T12:02:57Z
PURWOREJO, (pituruhnews.com) - Kini pasokan bawang bombay sangat menipis di pasar tradisional Kabupaten Purworejo, salah satunya di pasar Kutoarjo. Kondisi ini membuat harga bawang bombay meroket hingga Rp 200 ribu per kg.

Menurut salah seorang pedagang, Siti Nurhayati (57), harga bawang bombay mengalami lonjakan sejak satu bulan yang lalu. Kenaikan tersebut hampir sepuluh kali lipat dari harga biasanya.

"Kurang lebih sudah hampir sebulan lah bawang bombay naiknya," kata Siti, Kamis pagi (19/3/2020) saat ditemui di Pasar Kutoarjo.

Siti mengaku Indonesia memang masih bergantung impor bawang bombay dan bawang putih dari China dan India. Sehingga, pengiriman mengalami keterlambatan akibat merebaknya virus Corona.

"Karena kita kan masih tergantung pada produk impor, mungkin saja barangnya ada keterlambatan atau bagaimana saya tidak tau pasti. Bisa juga ini akibat dampak dari virus corona," ucap Siti.

"Saat ini saya menjual bawang bombay dengan harga Rp 200 ribu per kg. Namun sudah hampir satu bulan ini stok barang sudah habis dan saya kesulitan untuk mendapat stok bawang bombay, " imbunya.

"Kenaikan tersebut hampir sepuluh kali lipat dari harga yang biasa dijual. Bahkan, menurutnya baru kali ini ia menjual harga bawang bombay dengan harga yang sangat tinggi. " tambah Siti.

"Sebelum harga bawang bombay naik, biasanya saya hanya menjual dengan harga Rp 25-30 ribu per kilogram, sekarang jadi Rp 200 ribu. Selama saya berjualan baru kali ini bawang bombay naiknya melonjak drastis," tutur siti.
suasana Pasar Kutoarjo
Ia menambahkan bahwa selain harganya yang naik, saat ini bawang bombay susah untuk didapat. Pedagang yang lain juga sama, kaya di Pasar Purworejo juga sama bawang bombay naik.

Kenaikan harga bawang bombay ini tidak hanya dikeluhkan oleh para pedagang tetapi juga para pembeli. Bahkan sebagian besar pembeli lebih memilih berbelanja bawang putih biasa ketimbang bawang bombay.

Sementara itu, Rantini (48) salah satu pembeli, menyampaikan sangat keberatan dengan harga bawang Bombay yang sekarang ini.

"Saya berharap semoga virus Corona segera usai, agar harga bawang lekas kembali normal seperti semula, dan berharap dari kenaikan ini tidak berdampak juga pada harga komoditas yang lainnya." pungkas Rantini.

Reporter : Purnomo Gujiihh
Editor : Luthfi, Bay

Iklan

×
Berita Terbaru Update