Notification

×

Iklan

Tantangan Pembelajaran Dimasa Pandemi Covid-19

Tuesday, 30 November 2021 | 17:58 WIB Last Updated 2021-11-30T10:58:51Z

Oleh : Desy Permata Hati

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari generasi ke generasi melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan merupakan aset yang sangat penting karena pendidikan dapat membentuk generasi muda muda yang cerdas dan berkualitas. Dapat kita ketahui masa pandemi yang sudah ada dari tahun 2020 ini telah memberikan dampak salah satunya yaitu dunia pendidikan. 

Pandemi  mengakibatkan kegiatan belajar mengajar menjadi terhalang sehingga tenaga pendidik dan siswa harus berusaha untuk bekerja keras dan bekerja sama dalam proses kegiatan belajar mengajar. Karena Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut terdampak Covid-19 pemerintah menerapkan physical distancing yang bertujuan untuk memutuskan penyebaran virus Covid-19. Sehingga kegiatan sehari-hari menjadi terhambat bahkan pada kegiatan belajar mengajar yang menuntut agar sistem pembelajaran dilakukan secara online (daring). 

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara online sudah beberapa bulan semenjak pandemi. Tidak hanya tenaga pendidik dan siswa saja yang ikut dalam dunia pendidikan tetapi orang tua juga berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar. Dirumah orang tua dituntut untuk mengajarkan anaknya. 

Dengan pembelajaran daring tersebut ada  tenaga pendidik yang kesulitan baik dalam penyediaan perangkat belajar maupun kuota untuk koneksi internet. Tidak hanya itu, anak-anak juga banyak yang terkendala fasilitas seperti tidak mempunyai telepon genggam dan terkendala sinyal yang tinggal dudaerah pedesaan atau pegunungan. Oleh karena itu, akibat dari pandemi ini para orang tua dan siswa berusaha keras untuk tetap belajar walaupun banyak kendala. 

Disamping terkendala fasilitas yang paling menjadi tantangan yaitu siswa sulit dalam menerima materi yang disampaikan oleh guru karena adanya jarak yang membuat para guru kesulitan untuk berkomunikasi dengan siswa. Sehingga, guru dituntut untuk lebih kreatif dalam membuat media mengenai materi yang akan disampaikan agar siswa dapat menangkap materi tersebut dengan mudah. Pembelajaran jarak jauh ini membuat anak menjadi malas untuk belajar karena guru tidak dapat mengawasi dengan baik. Seperti saat pembelajaran dimulai siswa hanya masuk ke aplikasi saja untuk absen dan saat guru memberikan materi siswa tidak mempelajarinya dengan benar. 

Setiap hari kasus cobid-19 mengalami penurunan, tetapi kadang juga semakin naik. Walaupun kasusnya mengalami penurunan proses pembelajaran masih dianjurkan secara daring. Rencana pembelajaran tatap muka saat ini masih samar-samar sebagian wilayah ada yang sudah boleh secara tatap muka sebagian wilayah lagi ada yang tidak boleh. Pembelajaran tatap muka ini hanya diperuntukkan bagi wilayah yang sudah menjadi zona hijau. Kegiatan ini juga harus sesuai dengan protokol kesehatan serta hanya sebagian siswa yang masuk. 

Karena sebagian pembelajaran yang dilakukan  secara daring dan tatap muka guru dan siswa tidak boleh patah semangat dalam menjalaninya. Pandemi ini tidak boleh mematahkan harapan dan impian kita semua yang telah kita perjuangan selama ini. Pandemi ini yang merupakan penyebab kesengsaraan bagi seluruh dunia ini, kita mampu mengambil hikmahnya. Bisa saja pandemi Covid-19 ini merupakan ujian untuk kita agar saling tolong menolong, sabar dalam menghadapi berbagai hal, menuntut kita untuk lebih berusaha keras dan yang paling penting yaitu jangan patah semangat. 


Iklan

×
Berita Terbaru Update