Notification

×

Iklan

E-Sports Masuk Ke Dalam Kurikulum

Thursday, 30 December 2021 | 15:17 WIB Last Updated 2021-12-30T08:17:34Z

 


E-Sports merupakan sebuah fenomena di zaman sekarangkarena yang awalnya hanya sebuah pertandingan atau kompetensi yang dilakukan oleh sebuah komunitas dan hanya berhadiah buku majalah yang kini kian marak di segala penjuru. E-Sports sebdiri merupakan kependekan dari elektronik sports yaitu olahraga yang diginakan secara online atu kegiatan menggunakan game sebagai bidang pertandingan atau kompetisi yang dilakukan atau dimainkan oleh orang irang yang sudah profesional.

Kian berjalannya waktu kini E-Sports semakin marak dilakukan oleh segala kalangan  entah itu orang dewasa, remaja, bahkan anak anak. Kegiatan ini boleh sesekali digunakan untuk refresing namun banyak anak yang menyalagunakan kegiatan tersebut yang bisa memberikan dampak buruk bagi seorang tersebut.

Setelah menjadi kegemaran dalam permaikan atau kompetisi kini munculah isu bahwa E-Sport menemui bidang pendidikan yaitu E-Sports Masuk Ke Dalam Kurikulum hal ini merupakan suatu tindakan yang kurang pas menurutsaya karena dimana jika anak mendapatkan pembelajaran tersebut mereka akan lebih sering menatap HP dan hal tersebut merupakan suatu tidakan yang tidak sehat bagi mata, kemudian apabila E-Sports masuk kedalam pembelajaran akan banyak anak yang menyalagunakan seperti halnya saat ini pun banyak anak yang melanggar aturan sekolah seperti melakukan E-Sport saat kegiatan pembelajaran berangsung.

E-Sports itu sendiri menjadikan siswa hanya diam ditempat membuat siswa kurang dalam bergerak dan hal ini hanya dapat mengurangi kebugaran siswa.jadi menurut saya E-Sport boleh dijadikan sampingan atu menjadikan sebagi ektrakulikuler di sekolah namun ya kurang setuju apabila dimasukan kedalam pembelajaran. 

Akan tetapi E-Sport boleh dimainkan oleh anak karena hal ini bisa juga mengasah kemampuan kerjasama anak dan juga tingkat kreativitas seorang anak namun apabila tidak ada bimbingan yang tepat maka anak tersebut akan melakukan sesuka hatinya dan tidak mau melakukan kewajibannya sebagai siswaa yaitu belajar.

Pada dasarnya setiap kegiatan memiliki keunggulan dan kelemahan masing masing namun juga setiap kegiatan memiliki batasan dalam melakukannya dan segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan maka akan memberikan dampak buruk bagi orang tersebut.

 

 

Nama : Nabila Khoerunnisa

Universitas Muhammadiyan Purworejo


Iklan

×
Berita Terbaru Update