Notification

×

Iklan

Permasalahan Sosial Dalam Lingkungan Pendidikan

Selasa, 28 Desember 2021 | 18:20 WIB Last Updated 2021-12-28T11:20:56Z

Masalah pendidikan di Indonesia cukup ditindaklanjuti dan segera ditangani. Dibandingkan dengan Negara maju, dari segi pendidikan Indonesia masih dikatakan tertinggal. Meskipun demikian, bukan berarti Indonesia tidak memiliki harapan. Nyatanya Indonesia era Soekarno digadang-gadang sebagai Macan Asia yang disegani.

Masalah pendidikan di Indonesia memang berbagai macam. Dimana permasalahan yang muncul cukup mengganggu dalam rangka memaksimalkan di dunia pendidikan. Nah, berikut adalah beberapa masalah pendidikan Indonesia, barangkali salah satu dari ceklis di bawah seperti yang kamu rasakan saat ini. 

Di sekolah anak akan banyak melakukan interaksi dengan guru dan teman sebayanya. Dalam proses interaksi ini, akan timbul masalah sosial pada beberapa anak. Permasalahan tersebut bisa berkaitan dengan pergaulan dan hubungan sosial anak seperti, tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, kesulitan bergaul, dan kesulitan memberikan umpan balik kepada guru. Akibat dari permasalahan ini anak bisa menjadi pribadi yang pemalu, tidak percaya diri, dan selalu berpikir negatif.

Konflik atau masalah sosial di lingkungan sekolah bisa terjadi karena alasan perbedaan individu, kebudayaan, kepentingan, dan perbedaan latar belakang sosial. Masalah sosial di lingkungan sekolah tentu dapat membahayakan dan menghambat terpenuhinya tujuan dari pendidikan atau bahkan pribadi siswa-siswi itu sendiri. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui bentuk masalah sosial di lingkungan sekolah yang kerap anak hadapi serta cara mengatasi masalah-masalah tersebut.

Mengetahui bentuk masalah sosial di lingkungan sekolah

Bentuk masalah sosial di lingkungan sekolah terbagi menjadi dua, yaitu masalah internal dan masalah eksternal. Masalah internal adalah masalah yang timbul dari diri anak sendiri seperti kesulitan bergaul dan kepribadian anak. Sedangkan, masalah yang terjadi pada faktor eksternal adalah masalah dari luar diri anak itu misalnya terjadinya perundungan atau rasa tertekan dari orang lain bahkan bisa juga dari keluarga sendiri. Masing-masing masalah tersebut akan dijabarkan di bawah ini.

Kesulitan Bergaul dengan Teman Baru

Bentuk masalah sosial di lingkungan sekolah yang dialami anak pasti berbeda-beda sesuai dengan jenjang pendidikan yang anak tempuh serta kemampuan anak beradaptasi dengan lingkungannya. Namun, pada umumnya anak akan mengalami kesulitan bergaul dengan teman-teman baru karena berada di zona yang berbeda dari biasanya. Akan tetapi, tidak semua anak mengalami hal ini, karena itu Anda perlu melatih dan membiarkan anak bersosialisasi dengan orang banyak sebelum memasuki usia sekolah. Orang banyak yang dimaksud di sini bisa seperti tetangga, teman sepermainan, dan kerabat terdekat Anda. Hal ini sangat membantu anak beradaptasi dengan lingkungan baru.

Kepribadian Introvert

Masalah sosial di lingkungan sekolah juga kerap kali dialami anak-anak yang introvert atau tertutup. Bagi anak introvert, berada di tengah-tengah banyak orang adalah distraksi yang harus dihindari. Sehingga tak jarang dari mereka lebih memilih untuk menyendiri atau asyik dengan hobinya ketimbang bergaul dengan teman-teman di sekolah. Mereka akan merasa aman dan mendapat inspirasi ketika mereka sedang sendiri.

Anda tidak perlu khawatir jika anak Anda mempunyai sifat introvert, Anda hanya perlu mengarahkan mereka untuk bergaul dengan teman-teman sebayanya. Salah satu caranya adalah mengikutsertakan anak dalam berbagai kegiatan sekolah seperti ekstrakurikuler dan kegiatan organisasi lainnya. Baik ekstrakurikuler maupun kegiatan organisasi tidak hanya melatih soft skill anak, tetapi turut membangun hard skill mereka.

Perilaku Perudungan (Bullying)

Selain faktor-faktor internal yang dijelaskan di atas, ada pula faktor yang berasal dari luar anak. Perudungan atau bullying salah satunya. Perudungan merupakan bentuk masalah sosial di lingkungan sekolah yang sampai saat ini masih menjadi perhatian utama setiap lembaga pendidikan. Hal ini dikarenakan perudungan, baik fisik maupun nonfisik, dapat berakibat fatal bagi mental dan fisik anak. Anak dapat kehilangan percaya diri serta gambar diri mereka.

Lalu bagaimana menghindari perudungan dari anak? Anda sebagai orang tua bisa membangun komunikasi yang baik dengan anak Anda, sehingga anak dapat bercerita seluas-luasnya tentang apa yang mereka alami. Bangun hubungan pertemanan dengan anak Anda, agar anak tidak merasa canggung atau takut kepada Anda. Dengan menjadi pendengar yang baik bagi anak, Anda dapat mengatasi dan menanggulangi perudungan yang dihadapi anak lebih awal. Di samping itu, cara lain menghindari perudungan adalah dengan menempatkan anak Anda di lingkungan yang bisa menghargai sesama serta menjunjung tinggi perbedaan. Dengan kata lain, Anda dapat menyekolahkan anak Anda di lingkungan sekolah yang tidak menyamaratakan anak.

Paksaan Orang Tua

Masalah sosial di lingkungan sekolah yang berasal dari luar anak juga dapat dikarenakan paksaan orang tua. Setiap orang tua pasti ingin anaknya menjadi orang yang berhasil, sehingga tidak sedikit dari mereka yang mengarahkan hidup anaknya, termasuk dalam urusan memilih hal yang disukai anak. Orang tua cenderung memaksa anak melakukan hal-hal yang dipandang baik oleh masyarakat, sehingga mereka mengabaikan minat dan bakat anaknya. Padahal, minat dan bakat anak merupakan kunci utama kesuksesan anak.

Tidak hanya itu, sebagian besar orang tua juga memaksa anaknya untuk sekolah di tempat yang dianggap baik oleh dirinya dan orang lain. Pada kenyataannya, tidak semua yang Anda anggap baik adalah baik bagi anak, sehingga Anda perlu melibatkan anak dalam segala hal termasuk dalam hal pengambilan keputusan untuk masa depan mereka. Mengikutsertakan anak dalam pendidikan formal adalah suatu keharusan, tetapi memaksa anak menjadi seperti apa yang Anda mau bukanlah cara yang tepat untuk mendidik anak. Sebaliknya, anak harus diberikan kebebasan untuk memilih, sehingga orang tua hanya berperan sebagai pendukung. Hal ini diupayakan agar anak bertumbuh menjadi pribadi yang seutuhnya serta bisa mengoptimalkan kemampuan mereka.

Masalah sosial, baik yang berasal dari internal maupun ekternal, sejatinya dapat diatasi sekaligus jika Anda menempatkan anak Anda di lingkungan sekolah yang bisa menghargai perbedaan dan kemampuan anak Anda. Salah satu sekolah yang berfokus pada kedua hal tersebut adalah sekolah inklusi.

Sekolah inklusi adalah sekolah yang dikhususkan untuk anak ABK dan non-ABK dengan fokus pembelajaran pada minat dan bakat anak. Alih-alih memaksa anak untuk menguasai semua mata pelajaran, sekolah inklusi lebih berfokus pada pengembangan kemampuan yang anak miliki. Misalnya, jika anak Anda mempunyai bakat dalam menggambar, maka porsi belajar menggambar akan lebih besar dibanding pelajaran lainnya. Hal ini dimaksud agar anak tidak hanya mengetahui berbagai bidang, tetapi menguasai dan mendalami bidang yang disukainya. Untuk mengetahui bagaimana lingkungan sosial di sekolah inklusi, Ada dapat mengunjungi.

 Penulis : MUH YUSRON AULADI/UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO

Iklan

×
Berita Terbaru Update