.jpeg)
Dari Purworejo untuk Peradaban: Milad ke-48 SMA Muhammadiyah Purworejo Resmikan Pesantren Darul Arqom
PURWOREJO – Lapangan SMA Muhammadiyah Purworejo dipadati jamaah pada Sabtu (14/2/2026). Ribuan peserta dari berbagai penjuru Kabupaten Purworejo hadir dalam Pengajian Akbar sekaligus Peresmian Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah. Momentum tersebut menjadi puncak peringatan Milad ke-48 sekolah yang berlangsung khidmat dan penuh makna.
Kegiatan ini tak sekadar seremoni milad, tetapi juga peneguhan komitmen dakwah dan pendidikan Muhammadiyah melalui peluncuran resmi Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Purworejo. Pesantren ini dihadirkan sebagai model pendidikan terintegrasi antara ilmu umum dan pendalaman agama.
Acara terselenggara berkat kolaborasi guru dan siswa, serta dukungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Purworejo, Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah PDM Purworejo, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Purworejo, pengawas sekolah, wali santri, hingga para donatur dan sponsor. Hadir pula siswa dan santri Muhammadiyah se-Kabupaten Purworejo, kepala SMP negeri dan swasta se-Kecamatan Purworejo, serta jamaah umum.
Kepala SMA Muhammadiyah Purworejo, Ismawati Aisyah, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang sekolah yang kini memasuki usia ke-48 tahun. Menurutnya, usia tersebut mencerminkan konsistensi dalam mencetak generasi berakhlak mulia dan berdaya saing.
“Milad ini menjadi momentum muhasabah sekaligus musabaqah, agar sekolah tetap relevan menjawab tantangan zaman. Launching Pondok Pesantren Darul Arqom adalah bagian penting dari ikhtiar itu,” ujarnya.
![]() |
| foto bersama |
Ia menambahkan, kehadiran pesantren menjawab harapan masyarakat akan sistem pendidikan berasrama yang memadukan kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual. Program ini juga menjadi kelanjutan dari pembinaan kader yang sebelumnya telah dirintis di SMP Muhammadiyah Jono. Dalam rangkaian acara, siswa turut menampilkan hadroh dan narasi jiwa yang mengangkat urgensi pesantren dalam membentuk generasi masa depan.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo, Ahmad Ari Fahrudin, menyampaikan apresiasi atas berdirinya pesantren tersebut. Ia berharap pesantren mampu melahirkan kader Muhammadiyah, umat, dan bangsa yang siap melanjutkan dakwah sebagaimana dicontohkan KH Ahmad Dahlan.
Direktur Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Purworejo, Dr. (Cand). Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, S.Th.I., MIRKH., C.PS., C.EQL., menjelaskan visi besar pesantren yang menekankan tafaqquh fiddin sekaligus wawasan global.
“Motto kami, Indonesia Rumahku, Asia Sawahku, Amerika Rantauku. Santri harus menghafal Al-Qur’an serta menguasai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,” ungkapnya.
Rangkaian milad juga dimeriahkan dengan pentas seni, pawai ta’aruf, serta tabligh akbar. Pengajian menghadirkan Ustaz Pujiono, S.Si., M.M., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Dalam ceramahnya, ia mengangkat tema ukhuwah Islamiyah melalui media wayang golek pitutur, mengisahkan perjalanan dakwah Muhammadiyah sejak masa awal.
Kisah perjuangan KH Ahmad Dahlan, termasuk proses belajarnya bersama KH Hasyim Asy'ari kepada Kiai Sholeh Darat, disampaikan secara komunikatif dan membumi. Pendekatan tersebut berhasil menyentuh hati jamaah sekaligus menegaskan pentingnya persatuan dan semangat pembaruan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir acara.
Dengan diresmikannya Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Purworejo, SMA Muhammadiyah Purworejo meneguhkan langkah baru dalam membangun pendidikan yang menyinergikan kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial. Milad ke-48 ini menjadi tonggak penguatan peran sekolah dalam mencetak kader Muhammadiyah serta generasi bangsa yang berakhlak mulia dan siap bersaing di tingkat global.
Kontributor : Luthfi
.jpeg)