Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Image Image Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Image

Siswa SMPN 2 Purworejo Temukan Benda Asing di Menu MBG, Dindikbud Minta Pengawasan Diperketat

Selasa, 28 April 2026 | 17:20 WIB Last Updated 2026-04-28T10:32:32Z

Siswa SMPN 2 Purworejo Temukan Benda Asing di Menu MBG, Dindikbud Minta Pengawasan Diperketat

PURWOREJO
 — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo meminta seluruh sekolah penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan pengawasan terhadap makanan yang dibagikan kepada siswa. Imbauan ini disampaikan setelah adanya temuan benda asing yang diduga hewan kecil di salah satu menu MBG di SMP Negeri 2 Purworejo pada Senin (27/4/2026).


Temuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang siswa kelas IX SMPN 2 Purworejo saat menerima menu makan siang berupa tumis sawi (cesin) dan wortel. Dalam lauk sayuran tersebut, siswa menemukan benda mencurigakan berukuran kecil yang menyerupai lintah dalam kondisi mati.


Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 2 Purworejo, Kofsatun Mardiyah, menjelaskan bahwa pihak sekolah segera merespons laporan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung terhadap makanan.


“Begitu ada laporan dari siswa, kami langsung memeriksa dan memastikan makanan tersebut tidak dikonsumsi. Kami juga segera melaporkan kejadian ini kepada pihak penyedia MBG,” jelasnya, Selasa (28/4/2026).


Setelah menerima laporan, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mranti selaku penyedia makanan langsung menarik menu yang bermasalah dan menggantinya dengan makanan baru pada hari yang sama.


Kepala SPPG Mranti, Haryo Bagas Wicaksono, mengakui adanya kelalaian dalam proses pengolahan bahan makanan. Ia menyebut benda asing tersebut diduga berasal dari sayuran yang kurang teliti saat proses pencucian.


“Begitu menerima laporan, kami langsung menarik makanan dan menggantinya. Ini menjadi bahan evaluasi serius agar proses pembersihan dan pengolahan bahan pangan lebih ketat di semua tahapan,” ujarnya.


Menurut Haryo, pihaknya telah melakukan evaluasi internal serta memperketat sistem pengawasan kualitas makanan. SPPG Mranti saat ini melayani sekitar 2.500 hingga 2.700 penerima manfaat MBG di sejumlah sekolah di Purworejo dengan dukungan 47 tenaga kerja.


Sementara itu, Kepala Dindikbud Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, menegaskan bahwa insiden tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak agar tidak terulang kembali.


“Peristiwa ini tidak boleh terjadi lagi. Kami meminta seluruh penyedia layanan meningkatkan kontrol kualitas makanan. Makanan yang diberikan kepada siswa harus higienis, aman, dan bebas dari kontaminasi,” tegasnya.


Dindikbud juga telah berkoordinasi dengan koordinator SPPG wilayah Purworejo untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengolahan makanan.


Program MBG di SMPN 2 Purworejo sendiri baru berjalan sekitar dua minggu dan telah menjangkau sekitar 640 siswa dari kelas VII hingga IX.


Meski kejadian ini tidak menimbulkan dampak kesehatan bagi siswa, Dindikbud menekankan pentingnya kewaspadaan sejak dini. Sekolah diminta lebih aktif melakukan pengecekan makanan sebelum dibagikan, sementara siswa juga diimbau untuk memeriksa makanan sebelum dikonsumsi.


“Kolaborasi antara sekolah dan penyedia sangat penting. Jika ditemukan hal yang tidak sesuai, harus segera dilaporkan agar bisa segera dievaluasi bersama,” tambah Yudhie.


Insiden ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada distribusi makanan, tetapi juga pada kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan yang diterima para siswa. (PN)

×
Berita Terbaru Update