Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Jateng Media Summit 2026: Ratusan Pengelola Media Lokal Rumuskan Peta Jalan Baru di Era Disrupsi Digital

Kamis, 21 Mei 2026 | 10:47 WIB Last Updated 2026-05-21T03:47:38Z
Jateng Media Summit 2026: Ratusan Pengelola Media Lokal Rumuskan Peta Jalan Baru di Era Disrupsi Digital

SEMARANG – Ratusan pengelola media lokal dari berbagai daerah di Jawa Tengah berkumpul dalam ajang Jateng Media Summit (JMS) 2026 yang digelar di Hotel Khas Semarang, Kamis (21/5/2026).

Mengusung tema “Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah”, forum ini menjadi momentum penting bagi insan pers daerah untuk merespons cepatnya perubahan lanskap media digital serta tantangan disrupsi teknologi yang semakin masif.

Kegiatan tersebut merupakan puncak rangkaian acara JMS 2026, setelah sebelumnya diawali dengan Bimbingan Teknis pengelolaan website pemerintah daerah pada hari pertama.

Ketua Panitia JMS 2026 sekaligus CEO Beritajateng.tv, Nur Kholis, menyampaikan bahwa peserta yang hadir mencapai lebih dari 100 orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, mulai dari Semarang, Kudus, Solo, Banyumas, hingga kawasan Pantura.

Menariknya, sekitar 30 persen peserta merupakan pengelola “homeless media”, yakni entitas media baru yang bergerak secara fleksibel di ranah digital.

Inisiator JMS 2026 sekaligus CEO PT Arkadia Digital Media Tbk dan Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang konsolidasi media lokal di tengah perubahan model bisnis industri pers.

“Kalau tidak kita antisipasi sekarang, kita perlu ngobrol Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah. Kita kalau tidak segera melakukan cara-cara baru atau model-model baru bisa tenggelam,” tegas Suwarjono.

Menurutnya, masa depan media akan bergerak semakin cepat dengan distribusi konten yang serba otomatis dan personal. Karena itu, media lokal dituntut lebih adaptif, terbuka terhadap inovasi, serta mampu membaca perubahan perilaku audiens.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jateng, Iwanuddin Iskandar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus berkolaborasi dengan media.

“Kami siap berkolaborasi dengan semua media. Kalau ada informasi kepala daerah kabupaten/kota tidak bisa berkolaborasi dengan media, laporkan ke kami,” ujar Iwanuddin.

Ia juga menyoroti tantangan besar dalam menghadapi penyebaran hoaks, terutama yang diproduksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti deepfake video maupun suara.

“Maka penggunaan AI juga perlu ada etika dan memberikan informasi yang sebenarnya dan fakta di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mengingatkan bahwa media memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi dan penjaga peradaban.

“Peradaban tanpa narasi yang baik akan terjadi kemunduran pemahaman, kemunduran ideologi, kemunduran visi, dan akan hilang peradaban tersebut. Semoga ini menjadi awal kita untuk langkah ke depan,” kata Sarif.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terus berani menghadapi tantangan zaman, khususnya di bidang ekonomi dan pendidikan, agar mampu menjadi bagian dari perubahan positif di era digital saat ini. (PN)
×
Berita Terbaru Update