![]() |
| Milad ke-109 ’Aisyiyah Purworejo: Dari Pendidikan Anak hingga Perlindungan Perempuan, Gerakan Nyata untuk Umat |
PURWOREJO — Milad ke-109 ’Aisyiyah Kabupaten Purworejo tak sekadar menjadi ajang perayaan organisasi, tetapi tampil sebagai panggung besar gerakan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan yang nyata dirasakan masyarakat.
Selama dua hari, Sabtu-Ahad (9-10/5/2026), kawasan Pendopo dan Alun-alun Purworejo dipenuhi ribuan kader, guru, murid PAUD, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah dalam rangkaian kegiatan bertema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian.”
Berbeda dari sekadar seremoni milad, ’Aisyiyah Purworejo menunjukkan kiprah konkret melalui berbagai program strategis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Mulai dari Safari KB, pengukuhan Pos Bantuan Hukum (Posbakum), Korps Mubalighat, Day Care Lansia, hingga pencanangan Desa Sehat Mandiri menjadi bukti bahwa dakwah organisasi ini hadir dalam aksi sosial nyata.
Ketua Pimpinan Daerah ’Aisyiyah Purworejo, Nur Ngazizah, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun perdamaian melalui pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
“’Aisyiyah tidak hanya berdakwah melalui kata-kata, tetapi melalui karya nyata yang hadir di tengah masyarakat. Dari pendidikan anak usia dini, perlindungan perempuan, kesehatan keluarga, hingga pelayanan lansia, semuanya adalah bentuk dakwah kemanusiaan,” ujarnya.
Dalam bidang pendidikan, ’Aisyiyah Purworejo kini mengelola 42 lembaga PAUD, satu SD, dan satu rumah sakit umum yang menopang ribuan penerima manfaat. Lebih dari 170 guru terlibat aktif dalam mendidik generasi muda Purworejo.
Resepsi milad pada Ahad semakin menegaskan fokus organisasi terhadap masa depan generasi bangsa. Ribuan murid TK dan PAUD ’Aisyiyah turut ambil bagian dalam senam massal, gerak lagu, dongeng pendidikan, hingga pembentangan spanduk harapan sebagai simbol cinta anak-anak kepada ’Aisyiyah.
Tak hanya itu, penyerahan BPJS Ketenagakerjaan bagi guru PAUD, bantuan bagi difabel dan dhuafa, serta apresiasi bagi tenaga pendidik menunjukkan komitmen organisasi dalam memperkuat kesejahteraan sosial.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhi Agung Prihatno, menyebut ’Aisyiyah sebagai organisasi yang berhasil menggabungkan dakwah, pendidikan, dan pembangunan karakter bangsa.
“Peran ’Aisyiyah luar biasa. Tidak hanya bergerak secara konseptual, tetapi benar-benar membangun generasi emas melalui pendidikan anak, pemberdayaan perempuan, dan kegiatan sosial,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo juga memberikan apresiasi tinggi atas progresivitas gerakan perempuan Muhammadiyah tersebut yang dinilai semakin relevan menjawab tantangan zaman.
Semarak Milad ke-109 ini menegaskan bahwa ’Aisyiyah Purworejo bukan hanya organisasi perempuan Islam tertua, tetapi juga kekuatan sosial modern yang terus bergerak membangun masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, perlindungan hukum, dan pemberdayaan keluarga.
Dengan semangat kolaborasi, dakwah kemanusiaan, dan pengabdian lintas generasi, ’Aisyiyah Purworejo terus memperkokoh posisinya sebagai pelopor perempuan berkemajuan yang menghadirkan manfaat luas bagi umat, bangsa, dan masa depan Indonesia.(PN)
