![]() |
| Perkuat Syiar Media, LTN NU Purworejo Cetak 62 Kader Jurnalis Nahdliyin |
PURWOREJO — Upaya memperkuat syiar dakwah melalui media digital terus dilakukan Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama Purworejo. Melalui Workshop Jurnalistik bertema “Menuliskan Kebaikan, Menyebarkan Kemanfaatan”, sebanyak 62 kader jurnalis Nahdliyin berhasil dicetak dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Ponpes Al Faham, Ahad (24/5/2026).
Workshop ini diikuti oleh perwakilan lembaga PCNU, badan otonom (banom), hingga MWC NU se-Kabupaten Purworejo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis membangun kekuatan media dan literasi informasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Ketua LTN NU Purworejo, Alfin Zidni, mengatakan bahwa pelatihan jurnalistik tidak hanya sebatas mengajarkan teknik menulis, namun juga menjadi upaya membangun budaya literasi di kalangan warga Nahdliyin.
“Kalau mau maju peradabannya maka penting meningkatkan literasi dan pengetahuan. Maka LTN NU salah satu programnya adalah kegiatan ini untuk menyatukan jejaring media, jurnalistik, website, dan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan media NU penting dilakukan agar berbagai kegiatan positif masyarakat Nahdliyin dapat terdokumentasi dan tersampaikan secara luas kepada publik.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo, Muhammad Haikal, menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari khidmat kader NU dalam menjaga perjuangan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah melalui jalur media dan informasi.
Di sisi lain, Ketua PC GP Ansor Purworejo, M. Tasihul Manasik, menekankan pentingnya budaya publikasi di lingkungan organisasi. Menurutnya, gerakan dan aktivitas positif warga NU perlu dipublikasikan agar menjadi inspirasi sekaligus catatan sejarah perjuangan organisasi.
“Apa yang sudah dilaksanakan perlu ditulis, selain menjadi catatan sejarah juga menjadi ajang kita untuk syiar,” katanya.
Melalui kegiatan ini, LTN NU Purworejo berharap lahir jejaring media Nahdliyin yang aktif dan progresif, sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi positif serta memperkuat dakwah digital di tengah derasnya arus media sosial.
Kontributor : Husna Mahmudah
