Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Tari Cingpoling Massal SMPN 34 Purworejo Sukses Memukau Festival Layang-Layang Nasional

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:58 WIB Last Updated 2026-07-05T10:58:06Z

Tari Cingpoling Massal SMPN 34 Purworejo Sukses Memukau Festival Layang-Layang Nasional

PURWOREJO – Penampilan Tari Massal Cingpoling Layangan yang dibawakan siswa-siswi SMP Negeri 34 Purworejo menjadi salah satu sajian paling memukau dalam Festival Layang-Layang Nasional 2026 di Pantai Ketawang, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Minggu (5/7/2026). Ratusan pelajar tampil kompak membawakan tarian khas Purworejo yang sukses mengundang decak kagum ribuan pengunjung.


Pertunjukan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dengan penanggung jawab Kepala SMP Negeri 34 Purworejo Purwati, Tari ini ditata oleh Rianto Purnomo, dengan penata musik Anon Suneko, serta penata busana dan properti oleh Nining bersama para guru ekstrakurikuler SMP Negeri 34 Purworejo.


Tari Cingpoling merupakan salah satu warisan budaya tak benda Kabupaten Purworejo. Dalam pementasan bertajuk Cingpoling Layangan, para pelajar memadukan seragam Pramuka sebagai identitas Kabupaten Pramuka dengan aksesori kepala berbentuk layang-layang sebagai simbol kreativitas. Perpaduan tersebut merefleksikan harmoni antara kedisiplinan generasi muda dengan semangat melestarikan tradisi lokal, sekaligus selaras dengan semarak Festival Layang-Layang Nasional.


Penata Tari, Rianto Purnomo, mengatakan bahwa keberhasilan pertunjukan tersebut bukan semata-mata diukur dari indahnya koreografi maupun kostum yang dikenakan para penari, melainkan dari semangat kebersamaan yang ditampilkan para siswa.


"Pertunjukan Cingpoling massal siswa-siswi SMPN 34 Purworejo tadi luar biasa. Bukan tentang koreografi maupun kostumnya. Ekspresi kebersamaan mereka sebagai warga Grabag yang ikut menyemarakkan Festival Layang-Layang Nasional sangatlah terasa," ujarnya.


Menurut Rianto, penampilan para pelajar menjadi bukti bahwa setiap warga memiliki peran dalam membesarkan nama daerah sesuai dengan kemampuan dan profesinya masing-masing.


"Menjadi pemantik bagi seluruh warga Purworejo. Siapapun Anda, apapun profesinya, mari bergandeng tangan membesarkan nama Purworejo dengan cara masing-masing," katanya.


Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh siswa yang telah berlatih dengan penuh dedikasi. Sebagian besar peserta bukan berasal dari latar belakang penari, bahkan mereka rela mengorbankan waktu libur sekolah demi menyukseskan penampilan tersebut.


"Siswa-siswi yang notabene bukan penari bahkan tidak bisa berlibur karena harus latihan demi kesuksesan Tari Massal Cingpoling Layangan. Mereka telah sukses membuat semua hadirin terkesima, bangga, dan akan selalu mengenang penampilan mereka," ungkapnya.


Rianto turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala SMP Negeri 34 Purworejo, Ibu Purwati, yang telah memberikan dukungan penuh sehingga para siswa dapat tampil maksimal pada ajang berskala nasional tersebut.


"Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Purwati, selaku Kepala SMP Negeri 34 Purworejo yang telah memberikan dukungan penuh kepada kami. Tanpa komitmen dan kepercayaan beliau, penampilan luar biasa ini tentu tidak akan terwujud. Semoga semangat melestarikan budaya lokal melalui generasi muda terus tumbuh dan menginspirasi," tutur Rianto.


Selain itu, Rianto juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purworejo serta Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo yang telah memberikan ruang bagi seni budaya lokal untuk tampil dalam agenda besar daerah.


"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purworejo serta Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo yang telah memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk tampil dan berproses. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melestarikan budaya lokal, khususnya Tari Cingpoling sebagai warisan budaya Kabupaten Purworejo," ujarnya.


Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, pelaku seni, dan masyarakat merupakan kunci dalam menjaga eksistensi budaya daerah. Ia berharap sinergi tersebut terus terjalin sehingga semakin banyak generasi muda yang mencintai, mempelajari, dan bangga menampilkan kesenian asli Purworejo di berbagai panggung.


Penampilan Tari Massal Cingpoling Layangan menjadi salah satu suguhan budaya yang memperkaya kemeriahan Festival Layang-Layang Nasional 2026 di Pantai Ketawang. Tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, pertunjukan tersebut juga menjadi bukti bahwa pelajar mampu menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya sekaligus mempromosikan potensi Kabupaten Purworejo melalui karya dan semangat kebersamaan.

×
Berita Terbaru Update