![]() |
| Guru Aktif Kembali Kuliah, Mahasiswa RPL UMP Dapat Bekal Pembelajaran Digital dari Seminar Nasional PGSD |
PURWOREJO – Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2026 yang digelar Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu bagi mahasiswa reguler, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi para guru yang sedang menempuh pendidikan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Salah satunya dirasakan oleh Aisyah Purwandari, guru SD di Kalibawang, Wonosobo sekaligus mahasiswa RPL PGSD UMP yang saat ini berprofesi sebagai guru. Menurutnya, tema pembelajaran abad ke-21 dan pemanfaatan teknologi digital yang diangkat dalam seminar sangat relevan dengan kebutuhan pendidik saat ini.
"Sebagai seorang guru, kita harus terus mengikuti perkembangan zaman. Materi tentang pembelajaran digital dan keterampilan abad ke-21 sangat penting agar ketika mengajar di sekolah, proses pembelajaran lebih terarah dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik," ujarnya usai mengikuti seminar, Sabtu (13/6/2026).
Aisyah menjelaskan, Program RPL PGSD UMP memberikan kesempatan bagi para guru atau lulusan non-PGSD yang telah memiliki pengalaman mengajar untuk melanjutkan studi dan memperoleh kualifikasi sebagai guru sekolah dasar.
"Program RPL ini ditujukan bagi mereka yang pernah kuliah tetapi bukan dari jurusan PGSD dan ingin melanjutkan pendidikan di bidang tersebut. Salah satu syaratnya sudah memiliki pengalaman mengajar minimal dua tahun di sekolah," jelasnya.
Saat ini, Program RPL PGSD UMP telah memasuki angkatan kedua dengan jumlah peserta sebanyak 13 mahasiswa. Menariknya, pendidikan dapat ditempuh hanya dalam tiga semester sehingga menjadi solusi bagi para guru yang ingin meningkatkan kompetensi akademik tanpa harus memulai kuliah dari awal.
Menurut Aisyah, materi yang diperoleh selama kuliah di PGSD UMP sangat aplikatif dan langsung berkaitan dengan kebutuhan guru di lapangan, mulai dari strategi pembelajaran, pendekatan kepada siswa, hingga implementasi metode mengajar yang sesuai dengan karakter generasi masa kini.
"Di PGSD kami belajar bagaimana mempersiapkan pembelajaran untuk anak SD, cara melakukan pendekatan kepada siswa, hingga bagaimana mengimplementasikan metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman," katanya.
Ia juga mengapresiasi materi yang disampaikan Prof. Herman Dwi Surjono dari Universitas Negeri Yogyakarta. Menurutnya, pemaparan yang sistematis dan mudah dipahami memberikan banyak wawasan baru terkait penerapan pembelajaran digital di sekolah dasar.
"Ada banyak hal baru yang saya dapatkan. Seminar ini menambah pengetahuan, memperkaya metode mengajar, dan bisa langsung saya terapkan di sekolah agar pembelajaran menjadi lebih baik dan terarah," ungkapnya.
Aisyah berharap para pendidik terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan bagi siswa.
"Guru harus terus belajar, sabar mendampingi anak-anak, serta mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Dengan begitu, anak-anak akan lebih mudah memahami materi dan berkembang sesuai potensinya," tuturnya.
Ia juga merekomendasikan UMP bagi para guru yang ingin melanjutkan pendidikan PGSD melalui jalur RPL.
"Bagi teman-teman pendidik yang ijazah awalnya bukan PGSD tetapi ingin menjadi guru sekolah dasar yang profesional, UMP bisa menjadi pilihan karena program RPL memungkinkan kuliah diselesaikan dalam tiga semester tanpa harus memulai dari awal," pungkasnya.
