Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Jalani Uji Tanding Perdana, Atlet Dayung Purworejo Tunjukkan Peningkatan Catatan Waktu yang Signifikan

Kamis, 25 Juni 2026 | 10:08 WIB Last Updated 2026-06-25T03:08:03Z

Jalani Uji Tanding Perdana, Atlet Dayung Purworejo Tunjukkan Peningkatan Catatan Waktu yang Signifikan
PURWOREJO – Atlet dayung Kabupaten Purworejo yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, Ibra Firman Hidayat (17), menjalani uji tanding perdana melawan atlet-atlet dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (20/6/2026) kemarin.


Uji tanding berlangsung di Sungai Serang, Desa Plumbon, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, yang selama ini menjadi lokasi latihan Ibra dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Porprov mendatang.


Dalam kesempatan tersebut, Ibra berhadapan dengan dua atlet dayung DIY, yakni Rohid dan Satrio, yang telah memiliki pengalaman tampil pada sejumlah kejuaraan tingkat daerah maupun nasional di nomor K1 Putra 1.000 meter.


Kegiatan itu didampingi oleh pelatih Rahmat Nurkholis dan Suwardi. Turut hadir menyaksikan jalannya uji tanding Ketua Pengkab Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Purworejo, Indartiningsih, serta Pengurus KONI Purworejo Widiarso Yuliastono bersama staf.


Pelatih Rahmat Nurkholis menjelaskan, uji tanding perdana tersebut bertujuan untuk mengukur hasil latihan intensif yang telah dijalani atlet selama dua bulan terakhir. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang uji coba penggunaan dayung baru yang dibeli melalui dukungan dana dari KONI Purworejo.


“Selama ini Ibra menjalani latihan fisik dan daya tahan dengan mendayung hingga 10 kilometer, bahkan berlatih mendayung selama tiga jam tanpa henti. Selain itu juga menjalani latihan pull up, lari, dan gym,” ujar Kholis, mantan atlet nasional DIY sekaligus pelatih dayung berlisensi internasional.


Ia menjelaskan, program latihan dilaksanakan enam hari dalam sepekan dengan intensitas tiga kali sehari. Pada pagi hari, atlet diwajibkan melakukan 60 kali pull up yang dilanjutkan dengan lari dan latihan mendayung selama satu jam. Sementara pada sore hari, latihan kembali dilaksanakan sesuai program yang telah disusun.


Saat ini, menurut Kholis, Ibra telah memasuki tahap persiapan khusus. Selain meningkatkan kondisi fisik, atlet juga mulai difokuskan pada strategi pertandingan, penguasaan jarak lomba, serta latihan sprint menggunakan metode interval.


“Perkembangannya cukup baik. Untuk Popda Provinsi September mendatang, Ibra akan turun di nomor K1 500 meter dan K1 1.000 meter,” ungkapnya.


Dengan waktu persiapan yang tersisa kurang dari empat bulan menuju Porprov, tim pelatih akan memaksimalkan peningkatan kekuatan atlet melalui penggunaan dayung baru yang memiliki ukuran lebih panjang dan bobot lebih berat dibandingkan dayung sebelumnya.


“Fokus kami meningkatkan kekuatan dan endurance atlet agar lebih siap menghadapi persaingan,” tambahnya.


Kholis mengakui persaingan di Porprov Jawa Tengah 2026 tidak akan mudah. Sejumlah daerah akan diperkuat atlet-atlet senior yang telah berulang kali tampil di ajang tersebut, bahkan beberapa di antaranya merupakan atlet Pekan Olahraga Nasional (PON).


Meski demikian, ia optimistis catatan waktu yang telah dicapai Ibra saat ini membuka peluang besar bagi Purworejo untuk meraih medali dari cabang olahraga dayung.


Demi menunjang efektivitas latihan, Ibra yang berasal dari Desa Bubutan, Kecamatan Purwodadi, sementara tinggal di basecamp yang berada di rumah pelatih Rahmat Nurkholis di wilayah Karangwuni, Kulon Progo.


Siswa SMKN 4 Jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) itu mengaku bangga mendapatkan kesempatan membela Purworejo pada ajang Porprov.


“Ini Porprov pertama sekaligus terakhir bagi saya. Setelah lulus SMK, saya berencana langsung bekerja,” ujarnya.


Meski demikian, Ibra tetap memasang target tinggi. Setelah berhasil meraih medali perak pada Popda tahun lalu saat masih dalam masa pemulihan pasca demam berdarah, ia menargetkan medali emas pada Popda Provinsi tahun ini.


“Kalau untuk Porprov, target saya juara,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Pengkab PODSI Purworejo, Indartiningsih, menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi dalam pembinaan cabang olahraga dayung, termasuk sarana prasarana dan pemenuhan kebutuhan suplemen atlet.


Kendati demikian, ia mengapresiasi peningkatan performa yang ditunjukkan Ibra selama menjalani program latihan.


“Semoga sesuai target dan Ibra terus mampu memperbaiki catatan waktunya,” ujarnya.


Ia juga berharap ke depan PODSI Purworejo dapat memiliki perahu sendiri sehingga tidak lagi bergantung pada fasilitas sewa untuk mendukung program pembinaan atlet.


Di sisi lain, Pengurus KONI Purworejo, Widiarso Yuliastono, mengaku puas dengan perkembangan yang ditunjukkan atlet dayung Purworejo. Menurutnya, program Pelatihan Jangka Panjang (PJP) yang dijalankan selama ini mulai menunjukkan hasil positif.


“Masih ada waktu sekitar empat bulan menuju Porprov Jawa Tengah 2026. Semoga atlet dan pelatih tetap konsisten sehingga mampu meraih hasil terbaik saat pertandingan nanti,” katanya.


KONI Purworejo pun berharap cabang olahraga dayung dapat menjadi salah satu penyumbang medali bagi kontingen Purworejo.


“Target kami adalah emas,” tandasnya.Versi ini sudah lebih sesuai dengan kaidah jurnalistik, mengurangi pengulangan kata, memperhalus transisi antarparagraf, dan tetap mempertahankan seluruh informasi penting dari naskah asli.

 

×
Berita Terbaru Update