Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

576 Murid Baru Ikuti MPLS SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, Usung Konsep Ramah Anak dan Berkarakter Kuat

Senin, 13 Juli 2026 | 12:41 WIB Last Updated 2026-07-13T05:41:16Z

576 Murid Baru Ikuti MPLS SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, Usung Konsep Ramah Anak dan Berkarakter Kuat

PURWOREJO
– Sebanyak 576 murid baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini mengusung tema "Sekolah Ramah, Belajar Seru, dan Berkarakter Kuat", sejalan dengan tagline sekolah "Sekolah Hebat Berkarakter Kuat."


MPLS secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, pada Senin (13/7/2026). Turut hadir jajaran sekolah, guru, orang tua, serta unsur TNI-Polri yang mendukung pelaksanaan kegiatan.


Ketua Panitia MPLS, Wahyuni, mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini mengedepankan konsep ramah anak sesuai arahan Kementerian Pendidikan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman positif bagi para murid baru.


"Konsep dasarnya hampir sama dengan tahun sebelumnya, tetapi tahun ini lebih menekankan pada MPLS yang ramah anak. Kegiatan dikemas lebih menarik, edukatif, dan menyenangkan sehingga siswa merasa nyaman sejak hari pertama masuk sekolah," ujarnya.


Selama lima hari, para peserta mengikuti kegiatan sesuai jam belajar reguler sekolah, dimulai pukul 06.45 WIB dengan apel pagi hingga pukul 15.15 WIB. Melalui kegiatan tersebut, siswa dikenalkan dengan budaya positif sekolah, tata tertib, fasilitas, program pendidikan, hingga berbagai aktivitas pengembangan karakter.


Selain materi dari guru, sekolah juga menghadirkan berbagai narasumber eksternal, di antaranya dari Polres Purworejo, Satlantas yang memberikan edukasi safety riding, pegiat media, serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kehadiran para narasumber diharapkan dapat memperluas wawasan siswa mengenai keselamatan, literasi digital, hingga pembentukan karakter.


MPLS tahun ini diikuti 576 murid baru yang terbagi dalam enam konsentrasi keahlian, yakni Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Bisnis Digital (BD), Desain Produksi Busana (DPB), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Teknik Sepeda Motor (TSM).


Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari 782 pendaftar, sehingga sekitar 200 calon siswa belum dapat diterima karena keterbatasan kuota.


Menurut Wahyuni, sekolah tidak menetapkan satu jurusan sebagai unggulan karena seluruh program keahlian terus didorong berkembang sesuai kebutuhan dunia kerja. Namun demikian, animo masyarakat terhadap jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) menjadi yang tertinggi.


"Kuota TSM bahkan sudah penuh dan ditutup sebelum Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekolah negeri dibuka. Meski begitu, kami terus mendorong seluruh jurusan berkembang agar memiliki kualitas yang sama baiknya," jelasnya.


Ia berharap melalui MPLS, seluruh murid baru semakin mengenal lingkungan sekolah, percaya terhadap kualitas layanan pendidikan di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, sekaligus memiliki ruang untuk mengeksplorasi potensi, minat, bakat, serta membentuk karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, mengapresiasi pelaksanaan MPLS di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo yang dinilai dikemas secara baik dan memberikan manfaat besar bagi siswa, guru, maupun sekolah.


Menurutnya, melalui MPLS para siswa baru dikenalkan secara menyeluruh terhadap tata tertib, fasilitas, program sekolah, hingga orientasi dunia kerja. Hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar sekaligus memberikan gambaran yang jelas mengenai tujuan pendidikan yang akan mereka tempuh.


"Dengan jumlah siswa baru mencapai 576 orang, SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo menjadi salah satu SMK swasta dengan peminat terbanyak di Kabupaten Purworejo. Walaupun jumlah pendaftar sangat banyak, sekolah tetap membatasi kuota penerimaan demi menjaga kualitas pembelajaran, bukan sekadar mengejar jumlah peserta didik," katanya.


Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan deklarasi komitmen bersama mewujudkan sekolah yang anti-narkoba, anti-tawuran, dan anti-bullying. Deklarasi tersebut didukung oleh Polsek, Koramil, guru, serta orang tua sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh peserta didik.


Yudhie berharap seluruh potensi siswa dapat dikembangkan secara optimal sehingga mampu melahirkan lulusan yang berkualitas, siap memasuki dunia kerja maupun menjadi wirausahawan.


"Peran aktif SMK YPE Sawunggalih dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten sangat sejalan dengan program pembangunan Kabupaten Purworejo. Kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dunia usaha, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam menyiapkan generasi unggul sekaligus membantu menekan angka kemiskinan ekstrem di daerah," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update