PURWOREJO – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DinkUKMP) Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Gebang Expo 2026 yang digelar Pemerintah Kecamatan Gebang bersama pemerintah desa, kelurahan, dan berbagai elemen masyarakat.
DinkUKMP Apresiasi Gebang Expo 2026, Dinilai Mampu Dongkrak UMKM dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan sekaligus mengembangkan produk-produk unggulan UMKM yang lahir dari masyarakat Kecamatan Gebang.
"Kami dari DinkUKMP sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Kecamatan Gebang beserta pemerintah desa dan kelurahan. Gebang Expo menjadi media yang sangat baik untuk memperkenalkan produk UMKM sekaligus menggerakkan ekonomi lokal," ujar Wiyoto saat ditemui di sela pembukaan Gebang Expo 2026, Jumat (31/7/2026).
Ia menilai seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil karya masyarakat setempat yang memiliki potensi besar untuk dipasarkan lebih luas, tidak hanya di Kecamatan Gebang, tetapi juga ke seluruh wilayah Kabupaten Purworejo.
Menurut Wiyoto, semakin banyak masyarakat membeli produk lokal, maka semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan. Selain meningkatkan penjualan, aktivitas tersebut juga membuka lapangan pekerjaan, mendorong penggunaan bahan baku lokal, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Perputaran ekonomi tidak hanya berhenti pada transaksi jual beli. Produk yang dibuat masyarakat akan melibatkan tenaga kerja lokal dan menggunakan bahan baku dari daerah sendiri. Inilah yang menciptakan efek berganda atau multiplier effect bagi perekonomian masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut, Wiyoto mengatakan Gebang Expo merupakan langkah awal bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Setelah itu, DinkUKMP akan melakukan pendampingan agar pelaku usaha mampu berkembang dan naik kelas.
Melalui stan pelayanan yang dibuka selama expo, DinkUKMP memberikan layanan inkubasi bisnis, business matching, serta pendampingan legalitas usaha bagi para pelaku UMKM.
Pendampingan tersebut meliputi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, perizinan produk pangan, hingga penguatan kemasan produk melalui layanan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).
"Kami ingin UMKM tidak hanya mampu membuat produk yang berkualitas, tetapi juga memiliki legalitas usaha yang lengkap, kemasan yang menarik, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas," katanya.
Ia mengakui tantangan terbesar UMKM saat ini bukan lagi pada kemampuan memproduksi barang, melainkan menjaga kapasitas produksi dan kontinuitas pasokan ketika permintaan dalam jumlah besar datang dari pasar maupun pembeli potensial.
Karena itu, DinkUKMP terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.
Wiyoto juga menyebut kondisi UMKM di Kabupaten Purworejo sangat beragam, mulai dari usaha mikro yang masih merintis hingga usaha kecil dan menengah yang telah berkembang.
Meski demikian, seluruh program pembinaan yang dijalankan DinkUKMP memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong UMKM agar terus naik kelas dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
"UMKM memiliki peran yang sangat besar dalam menggerakkan perekonomian. Karena itu, kami akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan agar semakin banyak pelaku usaha yang berkembang, berdaya saing, dan mampu memperluas pasarnya," pungkasnya.