![]() |
| Empat Tangki Disiagakan, Purworejo Percepat Respons Desa Terdampak Kekeringan |
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, S.Sos., mengatakan masyarakat yang mengalami kekeringan tidak perlu khawatir karena mekanisme penyaluran bantuan kini dibuat lebih cepat dan responsif. Desa yang terdampak cukup melaporkan kondisi di wilayahnya kepada BPBD untuk kemudian dilakukan asesmen oleh Tim Reaksi Cepat (TRC).
"Begitu ada laporan dari masyarakat atau pemerintah desa, tim akan turun melakukan asesmen. Jika memang membutuhkan bantuan, distribusi air bersih segera dilakukan," ujar Wasit usai peluncuran program droping air bersih di Pendopo Kabupaten Purworejo, Kamis (2/7/2026).
Sebagai langkah awal, BPBD menyalurkan 15.000 liter air bersih ke Desa Sumorejo, Kecamatan Bagelen. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ratusan kepala keluarga yang mulai terdampak berkurangnya ketersediaan air bersih akibat musim kemarau.
Untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan, BPBD telah menyiapkan kapasitas distribusi hingga sekitar 7 juta liter air bersih sepanjang musim kemarau. Ketersediaan tersebut didukung armada tangki milik BPBD serta kerja sama dengan berbagai pihak.
Menurut Wasit, penanganan kekeringan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Karena itu BPBD menggandeng Perumda Air Minum Tirta Perwitasari, PMI, Baznas, Bank Jateng melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga BPBD daerah lain apabila dibutuhkan dukungan tambahan.
Selain fokus pada penyediaan air bersih, BPBD juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang biasanya meningkat saat musim kemarau. Sejumlah rapat koordinasi telah dilakukan bersama Polres Purworejo, Kodim 0708/Purworejo, Perhutani, PMI, Satpol PP, Dinas Pertanian, dan instansi terkait lainnya.
Wilayah seperti Bagelen, Kaligesing, Gebang, dan Bruno masih menjadi daerah yang mendapat perhatian khusus karena memiliki kerentanan terhadap kekeringan saat curah hujan menurun dalam waktu lama.
BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, menjaga kesehatan selama cuaca panas, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dapat dipicu oleh aktivitas manusia.
"Kami berharap masyarakat segera melapor jika mengalami kesulitan air bersih. Dengan koordinasi yang cepat, bantuan bisa segera kami salurkan," pungkas Wasit.
