![]() |
| Hampir 200 Murid ALBRI Pecahkan Rekor Berhitung Cepat Tanpa Coretan di Purworejo |
PURWOREJO – Rumah Belajar Ahli Berhitung (ALBRI) menggelar kegiatan Pemecahan Rekor Berhitung Cepat menggunakan Metode Jari Aljabar di Pendopo Kecamatan Kemiri, Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini diikuti hampir 200 murid dari berbagai cabang ALBRI di Purworejo, Kutoarjo, Kutowinangun hingga Kebumen.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta menunjukkan kemampuan berhitung cepat tanpa menggunakan coretan maupun alat bantu lain. Mereka hanya memanfaatkan sepuluh jari untuk menyelesaikan soal-soal berhitung dengan beberapa digit angka.
Pendiri ALBRI, Lilik Sufitriani, mengatakan kegiatan ini merupakan pemecahan rekor pertama yang digelar di Purworejo sebagai bukti bahwa anak-anak mampu berhitung cepat hanya dengan menggunakan Metode Jari Aljabar.
"Hari ini hampir 200 murid ALBRI memecahkan rekor berhitung tanpa coretan, hanya menggunakan jari. Semua peserta mampu menjawab soal yang diberikan dengan benar," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan berhitung yang cepat dan akurat sehingga mampu menyamai kecepatan kalkulator.
"Melalui pemecahan rekor ini saya ingin membuktikan bahwa anak-anak bisa berhitung secepat kalkulator menggunakan Metode Jari Aljabar. Hasilnya semuanya benar dan sangat memuaskan," katanya.
Lilik menjelaskan, metode Jari Aljabar dirancang untuk membantu anak-anak yang selama ini mengalami kesulitan berhitung. Dengan hanya menggunakan sepuluh jari, anak-anak dapat menghitung angka hingga ratusan, ribuan bahkan jutaan tanpa perlu melakukan coretan.
"Anak-anak menjadi lebih senang belajar berhitung. Ketika pondasi berhitung mereka kuat, maka pelajaran matematika di sekolah akan terasa lebih mudah," jelasnya.
Selain pemecahan rekor, ALBRI juga memberikan apresiasi kepada sekitar 100 murid yang berhasil meraih peringkat 1, 2, dan 3 di sekolah masing-masing pada akhir semester. Para siswa menerima piala sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik mereka.
Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah murid ALBRI yang berhasil menorehkan prestasi dalam berbagai ajang olimpiade tingkat lokal hingga internasional, di antaranya Kintania, Nadia, Ken, Rafif, Cynthia, dan Athar.
Saat ini ALBRI memiliki 17 cabang bimbingan belajar yang tersebar di wilayah Purworejo hingga Kebumen, serta memiliki mitra di Balaraja dan Tangerang. Secara keseluruhan, jumlah peserta didik ALBRI telah mencapai hampir 1.000 murid.
Ke depan, Lilik berharap ALBRI dapat terus berkembang dengan membuka cabang di berbagai daerah sehingga semakin banyak anak yang terbantu dalam meningkatkan kemampuan berhitung.
"Harapan saya, semakin banyak anak yang tidak lagi kesulitan berhitung, menyukai matematika, dan memiliki pondasi yang kuat untuk meraih prestasi di sekolah maupun berbagai kompetisi," pungkasnya.
