Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Raih Emas Internasional, Kintania Palita Arundati Bersiap Wakili Indonesia ke Final Abacus Einstein di Jerman

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:41 WIB Last Updated 2026-07-19T11:41:24Z

Raih Emas Internasional, Kintania Palita Arundati Bersiap Wakili Indonesia ke Final Abacus Einstein di Jerman

PURWOREJO
– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Rumah Belajar Ahli Berhitung (ALBRI). Kintania Palita Arundati sukses meraih medali emas pada ajang Abacus Einstein tingkat internasional. Berkat pencapaian tersebut, Kintania berhak melaju ke babak final yang akan digelar di Jerman pada Desember 2026.


Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi keluarga, ALBRI, sekaligus Kabupaten Purworejo. Saat ini, Kintania bersama keluarga mulai mempersiapkan keberangkatan ke Jerman, salah satunya dengan mengurus dokumen perjalanan berupa paspor.

Ibu Kintania, Dinar Septi mengatakan, seluruh kebutuhan keberangkatan peserta ke kompetisi internasional ditanggung secara mandiri oleh masing-masing keluarga.


"Rencana berangkat bulan Desember. Saat ini kami sedang mengurus paspor. Untuk biaya akomodasi memang ditanggung sendiri dan diperkirakan sekitar dua puluh jutaan rupiah untuk setiap anak," ujarnya.

 

Menurutnya, Kintania telah mengikuti bimbingan di ALBRI selama kurang lebih satu setengah tahun. Selama belajar, putrinya mendapatkan pembelajaran yang mengedepankan penalaran serta teknik berhitung cepat menggunakan Metode Jari Aljabar.


Ia menilai metode tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan kemampuan berhitung Kintania. Bahkan materi yang dipelajari sudah setara dengan pembelajaran matematika untuk siswa kelas 4 hingga kelas 5 sekolah dasar.


"Metodenya lebih kepada penalaran dan hitung cepat. Sangat membantu karena materi seperti perkalian sudah dipelajari lebih awal, sehingga anak lebih siap mengikuti pelajaran di sekolah," katanya.


Di balik prestasi tersebut, ia menegaskan bahwa dukungan orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam proses belajar anak. Orang tua tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga mendampingi anak belajar secara rutin agar tetap konsisten.


"Yang terpenting adalah terus memberi semangat kepada anak. Orang tua harus mendampingi belajar setiap hari, memberikan motivasi, dan tetap mendukung ketika anak mulai merasa lelah. Dengan pendampingan itu, anak akan lebih percaya diri dan terus berkembang," ungkapnya.


Sementara itu, Pendiri ALBRI, Lilik Sufitriani, menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan semangat belajar yang ditunjukkan Kintania hingga mampu menembus kompetisi internasional. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari latihan yang konsisten, dukungan keluarga, serta kemauan anak untuk terus berkembang.


Lilik berharap keberhasilan Kintania dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa ALBRI agar semakin percaya diri dalam mengembangkan kemampuan berhitung dan berani mengikuti berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional.


"Prestasi Kintania membuktikan bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Kami bangga karena Kintania berhasil meraih medali emas dan berhak melaju ke final di Jerman. Semoga ia dapat kembali mengharumkan nama Indonesia sekaligus menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk terus belajar, berlatih, dan tidak takut bermimpi besar," ujar Lilik.


Ia menambahkan, ALBRI akan terus berkomitmen mendampingi peserta didik agar memiliki kemampuan berhitung yang kuat sebagai pondasi dalam belajar matematika sekaligus mencetak generasi berprestasi yang mampu bersaing di tingkat dunia.


Keberhasilan Kintania menjadi bukti bahwa dengan metode pembelajaran yang tepat, latihan yang berkelanjutan, serta dukungan penuh dari keluarga dan lembaga pendidikan, anak-anak Indonesia mampu tampil dan berprestasi di kancah internasional. Kini, Kintania bersiap membawa nama Indonesia pada babak final Abacus Einstein di Jerman dengan harapan kembali mempersembahkan prestasi terbaik bagi bangsa.

×
Berita Terbaru Update