![]() |
| Jelang Porprov Jateng 2026, KONI Purworejo Minta Atlet Tingkatkan Disiplin dan Fisik, Target Tembus 21 Besar |
Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi sekaligus penyampaian hasil tes kesehatan dan tes fisik atlet yang dihadiri para pelatih, official cabang olahraga, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo Bangun Erlangga Ibrahim, serta Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo Nur Hidayat Pramudyanto.
Ketua KONI Kabupaten Purworejo, Muhamad Abdullah, mengatakan Porprov Jawa Tengah 2026 akan berlangsung pada 25–31 Oktober 2026, sementara beberapa cabang olahraga akan mulai dipertandingkan lebih awal pada 22 Oktober 2026. Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar 90 hari, seluruh atlet diminta memaksimalkan latihan agar target prestasi dapat tercapai.
"Kurang dari 100 hari lagi Porprov akan digelar. Harapan meraih prestasi tidak cukup hanya dengan doa, tetapi harus dibarengi ikhtiar maksimal melalui latihan yang serius, disiplin, dan terukur," ujar Abdullah, saat Rapat Koordinasi, Rabu malam, 15/07/2026 di RM Kedai Satu-Satu.
Muhamad Abdullah menegaskan, pembangunan olahraga tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet membutuhkan sinergi antara KONI, cabang olahraga, pelatih, pemerintah daerah, hingga DPRD.
"Tanpa sinergi, mustahil olahraga bisa berkembang dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, KONI juga mengevaluasi hasil dua kali tes fisik atlet. Dari hasil evaluasi sementara, masih terdapat sejumlah atlet yang kondisi fisiknya belum memenuhi standar yang diharapkan sesuai karakteristik masing-masing cabang olahraga.
Karena itu, KONI memberikan beberapa opsi kepada pelatih dan official. Pertama, memastikan atlet mampu meningkatkan kondisi fisiknya secara signifikan sebelum tes berikutnya. Kedua, apabila dinilai tidak mengalami perkembangan atau kurang disiplin, atlet dapat diganti dengan atlet lain paling lambat 27 Juli 2026. Ketiga, apabila tidak tersedia atlet pengganti yang layak, cabang olahraga tersebut dipersilakan tidak mengirimkan nomor pertandingan tertentu di Porprov.
"Kami tidak menuntut semua atlet harus meraih medali. Tetapi kami menuntut semua atlet serius dan disiplin. Pemerintah daerah sudah memberikan dukungan yang besar, sehingga harus dijawab dengan komitmen dan tanggung jawab," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa KONI telah mencoret satu atlet karena tidak memenuhi komitmen selama masa persiapan dan tidak menutup kemungkinan akan ada evaluasi lanjutan apabila hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada peningkatan.
Muhamad Abdullah menambahkan, berdasarkan hasil diskusi dengan KONI kabupaten/kota lain di Jawa Tengah, persiapan kontingen Purworejo dinilai termasuk yang cukup baik, baik dari sisi dukungan pemerintah daerah, fasilitas latihan, maupun insentif atlet.
"Kami mengajak seluruh atlet menjadikan Porprov sebagai ajang menunjukkan kemampuan terbaik demi mengharumkan nama Kabupaten Purworejo," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinporapar Kabupaten Purworejo Bangun Erlangga Ibrahim mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara pemerintah daerah, DPRD, KONI, serta seluruh cabang olahraga dalam mempersiapkan Porprov 2026.
Menurutnya, keberhasilan pada ajang olahraga tidak dapat diraih secara instan, melainkan harus diawali dengan perencanaan yang matang dan pembinaan berkelanjutan.
"Kalau tidak berbicara perencanaan, sama saja kita sedang menyiapkan sebuah kegagalan. Karena itu, persiapan Porprov sudah dimulai sejak tahun 2025 dan terus kita kawal bersama," ujarnya.
Ia menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama DPRD dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi melalui penganggaran APBD, meskipun di tengah berbagai tantangan perencanaan.
Bangun juga menekankan pentingnya peran pelatih dan official dalam membangun mental, kedisiplinan, serta semangat juang atlet selama masa persiapan.
"Momentum Porprov hanya datang empat tahun sekali. Karena itu, para atlet harus benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan menunjukkan semangat, sportivitas, dan komitmen terbaik untuk membawa nama baik Purworejo," katanya.
Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo Nur Hidayat Pramudyanto menegaskan komitmen legislatif untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Porprov Jawa Tengah 2026.
Ia berharap kontingen Purworejo mampu memperbaiki capaian pada Porprov sebelumnya dan menargetkan masuk 21 besar klasemen akhir.
"Kami dari Komisi IV siap mendukung penuh. Target kami minimal Purworejo bisa menembus peringkat 21 besar," ujarnya.
Nur Hidayat menjelaskan bahwa DPRD telah memberikan landasan hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 sebagai payung untuk mendukung pembinaan olahraga dan penganggaran melalui APBD.
Menurutnya, selama ini DPRD selalu berupaya mendukung kebutuhan anggaran olahraga karena prestasi tidak dapat dicapai tanpa pembinaan yang memadai.
Selain itu, ia berharap atlet-atlet berprestasi asal Purworejo mendapat perhatian pemerintah daerah agar tidak berpindah membela daerah lain.
Ia juga mendukung langkah tegas KONI terhadap atlet yang tidak disiplin selama masa persiapan.
"Kedisiplinan adalah salah satu kunci utama kesuksesan. Kalau atlet tidak disiplin, bagaimana bisa meraih prestasi. Kami mendukung evaluasi yang dilakukan KONI demi menghasilkan kontingen yang benar-benar siap bertanding," pungkasnya.
