![]() |
| Musim Kemarau Mulai Berdampak, Pemkab Purworejo Salurkan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak |
Pelepasan armada bantuan dilaksanakan di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo sebagai tanda dimulainya program distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang diperkirakan akan terdampak kekeringan selama musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Purworejo, Muhammad Yuniarto, S.P., M.A.P., mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung selama 14 hingga 18 dasarian atau sekitar 4,5 sampai 6 bulan. Bahkan, kondisi kering diprediksi berlanjut akibat pengaruh El Nino yang diperkirakan masih terasa hingga awal tahun 2027.
"Awal musim kemarau di Kabupaten Purworejo telah berlangsung secara bertahap sejak April hingga Juni 2026. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus, sehingga kami mulai melakukan langkah antisipasi sejak sekarang," ujar Yuniarto.
Sejumlah kecamatan yang telah memasuki musim kemarau di antaranya Grabag, Ngombol, Purwodadi, Bagelen, Butuh, Kutoarjo, Bayan, Banyuurip, Bruno, Pituruh, Kemiri, Purworejo, Kaligesing, Bener, Loano, dan Gebang.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan air bersih dilakukan berdasarkan permohonan dari masyarakat melalui pemerintah desa yang kemudian ditindaklanjuti dengan asesmen oleh petugas BPBD di lapangan. Mekanisme tersebut diterapkan agar distribusi bantuan benar-benar tepat sasaran.
Selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengurangi dampak kekeringan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada musim kemarau.
Sementara itu, dalam sambutan Bupati Purworejo yang dibacakan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Tolkha Amaruddin, ditegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, distribusi bantuan air bersih merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah ancaman krisis air bersih.
Pemerintah Kabupaten Purworejo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dampak kekeringan, mulai dari BPBD, perangkat daerah, pemerintah desa, PDAM Tirta Perwitasari, PMI, Baznas, Bank Jateng, para relawan, hingga berbagai unsur masyarakat yang ikut berpartisipasi.
Selain penanganan darurat melalui dropping air bersih, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan air, menghemat pemakaian sehari-hari, serta menjaga kelestarian sumber-sumber air di lingkungan masing-masing. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan air di tengah perubahan iklim yang membuat musim kemarau semakin sulit diprediksi.
Dengan dimulainya pendistribusian bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak tetap dapat terpenuhi. Penyaluran bantuan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan hasil pemantauan BPBD dan kebutuhan di lapangan.
