![]() |
| Pameran Temporer Museum Tosan Aji 2026 Resmi Dibuka, "Prasama Miyara #2" Ajak Masyarakat Bersama Lestarikan Warisan Sejarah |
PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Museum Tosan Aji resmi membuka Pameran Temporer Museum Tosan Aji 2026 bertema "Prasama Miyara #2" pada Senin (13/7/2026). Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, pameran ini menjadi salah satu ruang edukasi sekaligus ajang memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan tradisi kepada masyarakat luas.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Yudhie Agung Prihatno, jajaran Forkopimda, para camat se-Kabupaten Purworejo, kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, perwakilan instansi pemerintah, pegiat budaya, pemerhati sejarah, hingga tamu undangan dari sejumlah museum di luar daerah.
Sejak pagi, halaman Museum Tosan Aji telah dipadati para tamu undangan dan pengunjung yang ingin menyaksikan pembukaan pameran. Suasana semakin semarak ketika kelompok seni dari Desa Kesawen, Kecamatan Pituruh, menampilkan Tari Cingpoling sebagai pembuka acara. Tarian tradisional tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu karena menampilkan perpaduan gerak, musik, dan nilai budaya lokal yang masih terus dilestarikan hingga saat ini.
Dalam sambutannya, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan pameran tersebut. Menurutnya, museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pusat edukasi yang mampu mengenalkan perjalanan sejarah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Bupati menjelaskan bahwa tema "Prasama Miyara" memiliki makna bersama memelihara, sebuah ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat peninggalan sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa.
"Tema Prasama Miyara yang berarti bersama memelihara mengandung pesan agar kita semua bersama-sama menjaga, merawat, dan melestarikan peninggalan sejarah yang ada di Indonesia. Ini merupakan wujud kepedulian kita terhadap warisan budaya yang menjadi identitas bangsa dan harus diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Yuli Hastuti.
Ia juga berharap keberadaan Museum Tosan Aji tidak hanya menjadi tujuan wisata sejarah, tetapi mampu menjadi pusat pembelajaran yang menarik bagi pelajar maupun masyarakat umum sehingga semakin banyak generasi muda yang mengenal sejarah daerahnya sendiri.
Pameran Temporer Museum Tosan Aji tahun ini menghadirkan berbagai koleksi benda bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi. Pengunjung dapat melihat secara langsung beragam koleksi pusaka, senjata tradisional, naskah, hingga benda-benda bersejarah lainnya yang menjadi bagian dari perjalanan panjang peradaban di Indonesia.
Selain menghadirkan koleksi museum, panitia juga mengundang sejumlah museum dari berbagai daerah untuk turut berpartisipasi dalam pameran. Kehadiran museum-museum tersebut semakin memperkaya informasi yang dapat dipelajari pengunjung mengenai sejarah dan kebudayaan Nusantara.
Salah satu daya tarik yang paling banyak menyita perhatian pengunjung adalah Pasar Inis, sebuah pasar tradisional yang mengusung konsep transaksi tempo dulu. Di pasar ini, pengunjung tidak dapat langsung menggunakan uang rupiah untuk berbelanja. Sebelum melakukan transaksi, pengunjung diwajibkan menukarkan uang rupiah dengan alat tukar tradisional yang telah disediakan panitia. Alat tukar tersebut kemudian digunakan untuk membeli aneka makanan tradisional, jajanan, minuman, serta berbagai produk UMKM yang dijual di area pasar.
Konsep tersebut menghadirkan pengalaman berbeda sekaligus memberikan edukasi mengenai sistem perdagangan tradisional yang pernah berkembang di tengah masyarakat sebelum penggunaan uang modern seperti sekarang.
Selama tiga hari pelaksanaan, mulai 13 hingga 15 Juli 2026, masyarakat tidak hanya disuguhi pameran koleksi sejarah, tetapi juga berbagai kegiatan edukatif yang terbuka untuk umum. Pada hari pertama digelar Workshop Menggambar Ala Tino Sidin yang mengajak anak-anak dan pelajar belajar menggambar dengan metode sederhana dan menyenangkan.
Memasuki hari kedua, Selasa (14/7/2026), akan dilaksanakan Workshop Pembuatan Dluwang, yaitu pengenalan proses pembuatan kertas tradisional yang dahulu banyak digunakan sebagai media tulis pada masa lampau.
Sementara pada hari terakhir, Rabu (15/7/2026), pengunjung dapat mengikuti Seminar Kajian Senjata Cokronegoro yang membahas nilai sejarah dan filosofi senjata tradisional, serta Workshop Baca Tulis Aksara Jawa sebagai upaya melestarikan aksara daerah yang kini mulai jarang digunakan.
Selama penyelenggaraan pameran, panitia juga menghadirkan panggung hiburan yang menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya sehingga masyarakat dapat menikmati suasana museum dengan lebih menarik dan interaktif.
Melalui penyelenggaraan Pameran Temporer Museum Tosan Aji 2026, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap museum semakin dekat dengan masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah serta budaya bangsa.
Semangat "Prasama Miyara #2" diharapkan mampu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan sejarah Indonesia agar tetap lestari, dikenal, dan diwariskan kepada generasi yang akan datang.
