Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Perkuat Kapasitas Praktisi, JRA Purworejo Matangkan Organisasi dan Dakwah Ruqyah Syar'iyyah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:08 WIB Last Updated 2026-07-18T14:08:24Z

Perkuat Kapasitas Praktisi, JRA Purworejo Matangkan Organisasi dan Dakwah Ruqyah Syar'iyyah

PURWOREJO – Jam'iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) terus memperkuat kualitas organisasi dan kompetensi para praktisinya. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Rihlah, Konsolidasi Organisasi, dan Pembinaan Praktisi yang berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Mubaarok, Kemiri, Kabupaten Purworejo, Rabu (15/7/2026).


Kegiatan ini diikuti jajaran pengurus cabang, pengurus anak cabang (PAC), serta para praktisi JRA se-Kabupaten Purworejo. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyamakan visi organisasi sekaligus meningkatkan kemampuan praktisi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Wakil Ketua PW JRA Jawa Tengah, K.H. Muhammad Ainun Na'im, mengatakan bahwa kekuatan organisasi menjadi salah satu faktor penting agar dakwah dan pelayanan JRA dapat berjalan secara berkelanjutan. Karena itu, konsolidasi rutin diperlukan untuk mempererat hubungan antaranggota sekaligus memastikan roda organisasi di setiap tingkatan tetap berjalan dengan baik.


"Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat ukhuwah, membangun semangat para pengurus dan praktisi, serta memperkokoh organisasi agar semakin siap melayani masyarakat," ujarnya.


Dalam sesi pembinaan, peserta menerima materi mengenai penanganan berbagai persoalan yang sering ditemui saat mendampingi masyarakat, baik yang berkaitan dengan penyakit yang telah didiagnosis secara medis maupun persoalan nonmedis. Pembekalan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para praktisi dalam memberikan pendampingan sesuai tuntunan syariat Islam.


Menurut K.H. Muhammad Ainun Na'im, JRA berkomitmen mengembangkan ruqyah syar'iyyah yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Ia menegaskan bahwa ruqyah merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang diajarkan dalam Islam, sedangkan kesembuhan sepenuhnya berasal dari Allah SWT.


"Ruqyah syar'iyyah adalah bagian dari ikhtiar yang sesuai dengan syariat. Kami mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman sekaligus obat, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW melalui ruqyah syar'iyyah dan pengobatan nabawi," jelasnya.


Selain memperkuat kemampuan praktisi, JRA juga menargetkan peningkatan aktivitas dakwah di tingkat kecamatan. Kegiatan yang dikembangkan tidak hanya berupa layanan ruqyah, tetapi juga seminar, kajian, dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengobatan yang sesuai dengan ajaran Islam.


Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya adalah menurunnya semangat sebagian pasien maupun praktisi dalam menjalani proses pendampingan, sehingga penanganan tidak dapat dilakukan secara berkesinambungan.


Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan praktisi JRA untuk terus menjaga keikhlasan, istiqamah, dan semangat dalam berdakwah serta memberikan pelayanan kepada siapa saja tanpa membedakan latar belakang.


"Dakwah melalui ruqyah syar'iyyah harus menjadi jalan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada umat. Semoga seluruh pengurus dan praktisi tetap istiqamah, terus menebarkan keberkahan, dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya," tutupnya.

×
Berita Terbaru Update