Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Peta Persaingan Musyda VIII Polosoro Mengerucut, Ketua Panitia: Dua Tokoh Dipastikan Tak Maju, Muncul Satu Nama Kuda Hitam

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:36 WIB Last Updated 2026-07-12T13:36:36Z

Peta Persaingan Musyda VIII Polosoro Mengerucut, Ketua Panitia: Dua Tokoh Dipastikan Tak Maju, Muncul Satu Nama Kuda Hitam

PURWOREJO
– Peta persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musyda) VIII Polosoro Kabupaten Purworejo semakin mengerucut. Memasuki 10 hari menjelang pelaksanaan Musyda yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli 2026, dua tokoh yang sebelumnya digadang-gadang menjadi calon kuat Ketua Umum dipastikan tidak akan ikut bertarung. Di saat yang sama, muncul satu nama baru yang mulai mencuri perhatian sebagai "kuda hitam" dalam kontestasi tersebut.


Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Musyda VIII Polosoro Kabupaten Purworejo, Dwinanto, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Polosoro Kabupaten Purworejo.


Petahana Suwarto, Kepala Desa Jatimalang, memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri setelah memimpin Polosoro selama dua periode berturut-turut, yakni periode 2020–2023 dan 2023–2026.


Kepastian itu disampaikan Suwarto kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026). Menurutnya, dua periode memimpin organisasi merupakan amanah yang telah dijalankannya dengan penuh tanggung jawab. Kini, saatnya memberikan kesempatan kepada kader-kader lain untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.

 

"Sudah cukup dua periode. Saya ingin memberikan kesempatan kepada calon-calon lain sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan di Polosoro," kata Suwarto.

 

Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan Suwarto kembali maju untuk periode ketiga. Sikapnya dinilai sebagai bentuk komitmen terhadap regenerasi organisasi dan upaya memberi ruang bagi lahirnya pemimpin baru.


Selain Suwarto, Supriyono, Kepala Desa Pringgowijayan, yang sebelumnya juga disebut-sebut memiliki peluang besar untuk maju, memastikan dirinya tidak akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Polosoro.


Saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (11/7/2026) kemarin, Supriyono membenarkan bahwa dirinya tidak akan ikut dalam kontestasi Musyda VIII. Dengan keputusan tersebut, dua figur yang sebelumnya dinilai memiliki peluang kuat dipastikan sama-sama tidak akan maju.


Dengan mundurnya Suwarto dan Supriyono, perhatian anggota Polosoro sempat mengarah kepada dua figur yang dinilai berpeluang besar menjadi penerus kepemimpinan, yakni Juminatun (Menik), Kepala Desa Langenrejo, dan Andi Prasetiawan, Kepala Desa Trirejo.


Namun, dinamika kembali berkembang. Dalam beberapa hari terakhir, muncul nama Hery Dwidoyo, Kepala Desa Sumbersari, Kecamatan Banyuurip. Meski belum menyatakan diri secara resmi sebagai calon, namanya mulai ramai diperbincangkan di kalangan kepala desa dan disebut-sebut berpotensi menjadi kuda hitam dalam kontestasi Musyda VIII.


Kemunculan Hery Dwidoyo dinilai membuat persaingan semakin terbuka. Musyda VIII Polosoro tahun ini dipandang sebagai momentum penting karena selain memilih Ketua Umum dan kepengurusan baru, forum tersebut juga akan menentukan arah organisasi dalam mengawal berbagai isu strategis pemerintahan desa di Kabupaten Purworejo.


Dwinanto mengatakan, dengan waktu pelaksanaan yang tinggal menghitung hari, komunikasi politik dan konsolidasi dukungan diperkirakan akan semakin menguat. Siapa yang akhirnya memperoleh mandat memimpin Polosoro akan ditentukan dalam Musyda VIII pada 23 Juli 2026.


"Panitia berharap Musyawarah Daerah VIII Polosoro Kabupaten Purworejo dapat berlangsung secara demokratis, penuh semangat kekeluargaan, serta menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi semakin solid dan terus berkontribusi dalam mengawal kepentingan pemerintahan desa di Kabupaten Purworejo," ujar Dwinanto.

×
Berita Terbaru Update