Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Puskesmas Banyuasin Diproyeksikan Jadi Penopang Layanan Kesehatan di Kawasan Perbatasan Purworejo–DIY

Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:34 WIB Last Updated 2026-07-18T01:34:21Z

Puskesmas Banyuasin Diproyeksikan Jadi Penopang Layanan Kesehatan di Kawasan Perbatasan Purworejo–DIY

PURWOREJO – Rencana pembangunan UPT Puskesmas Banyuasin kembali menguat setelah Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo melakukan peninjauan langsung ke lokasi di Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano, Jumat (17/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.


Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPRD Purworejo Ivan Fatchan Gani Wardhana, didampingi Sekretaris Komisi IV Much Dahlan serta anggota Komisi IV, yakni Sekar Ati Argorini, Erwin Sulistiyani, Akhmad Afif, Nur Hidayat Pramudyanto, Timbul Susilo, dan Muharomah.


Dari hasil peninjauan, kondisi bangunan puskesmas dinilai sudah tidak lagi mampu mengimbangi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Selain usia bangunan yang sudah cukup tua, sejumlah fasilitas juga dinilai perlu pembaruan agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal.


Sekretaris Komisi IV DPRD Purworejo, Much Dahlan, mengatakan usulan pembangunan Puskesmas Banyuasin sebenarnya telah diajukan sejak tahun 2024. Namun, baru pada pembahasan APBD 2027 rencana tersebut mulai mendapat perhatian untuk direalisasikan.


"Setelah kami melihat langsung kondisi di lapangan, memang sudah saatnya Puskesmas Banyuasin dibangun kembali. Bangunannya sudah tidak layak dan membutuhkan fasilitas yang lebih memadai. Mudah-mudahan proses pembahasan KUA-PPAS berjalan lancar sehingga pembangunan bisa segera direalisasikan pada tahun 2027," ujarnya.


Komisi IV DPRD, lanjut Dahlan, memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut karena keberadaan Puskesmas Banyuasin memiliki peran penting dalam melayani masyarakat di wilayah utara Purworejo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.


Pembangunan puskesmas diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp7 miliar. Nantinya, fasilitas tersebut dirancang memiliki layanan rawat inap sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap bagi masyarakat sekitar maupun pengguna jalur perbatasan.


Menurut Dahlan, posisi Puskesmas Banyuasin juga semakin strategis seiring berkembangnya kawasan Badan Otorita Borobudur (BOB). Terlebih, Desa Sedayu yang berada di wilayah perbatasan diproyeksikan menjadi salah satu kawasan penunjang pariwisata, didukung rencana pelebaran ruas jalan Tumbakanyar–Banyuasin Kembaran.


Ia menilai peningkatan akses jalan tersebut akan berdampak pada meningkatnya aktivitas masyarakat dan arus wisatawan. Karena itu, keberadaan fasilitas kesehatan yang representatif menjadi kebutuhan penting untuk mendukung kawasan tersebut.


"Dengan berkembangnya kawasan BOB dan meningkatnya mobilitas masyarakat, tentu pelayanan kesehatan juga harus ikut diperkuat. Puskesmas Banyuasin diharapkan mampu menjadi fasilitas kesehatan yang andal, baik bagi warga maupun masyarakat yang melintas di kawasan perbatasan," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update